10 Tulah Mesir

Makna 10 Tulah Mesir

 

1. Tulah Air menjadi Darah: Allah membunuh Dewa Hepi, Dewa Sungai Nil

 

2. Tulah Katak untuk menunjukkan bahwa Dewi Haket, dewi katak, adalah dewi yang membuatmu kesusahan. Kematian Katak yang menjadi bangkai menunjukkan lagi kalau Allah mengalahkan Dewi Katak sebesar apapun jumlah mereka dan Allah biarkan mereka membusuk

 

3. Tulah Nyamuk dari Debu, adalah bentuk perlawanan Tuhan terhadap Dewa Tanah, bahwa Tuhanlah yang berkuasa membuat hidup apa yang berasal dari debu (peringatan juga terhadap manusia yang berasal dari debu), dan bahkan ahli-ahli sihir Firaun tidak dapat.

 

4. Tulah lalat, adalah bentuk perlawanan Tuhan terhadap Dewa hepri yang berkepala lalat, merupakan dewa penciptaan, reinkarnasi, dan dewa pergerakan matahari. Disini Tuhan lagi-lagi menujukkan kalau Tuhan bahkan dapat membuat dewa-dewa mesir malah merepotkan orang-orang Mesir ketimbang memberi berkat

 

5. Tulah Sampar, menyebabkan ternak mesir Mati. Tulah ini adalah bentuk perlawanan terhadap Dewi Hathor, Dewi perlindungan dan Cinta. Seringkali Dewi ini digambarkan berwajah Lembu, tidak heran Patung Lembu Emas yang dbuat Israel itu sebenarnya melambangkan Dewi Ini, pada saat Patung lembu emas dibuat, Israel melakukan “pesta sex” yang membangkitkan Murka Allah. kembali ke konteksnya dengan Tulah, Dengan sampar ini sekaligus melumpuhkan segenap ekonomi Mesir, dengan demikian Dewi perlindungan ini telah gagal melindungi Mesir

 

6. Tulah Barah, perlawanan Tuhan terhadap Dewi Isis, Dewi kesehatan dan kedamaian. Dalam tradisi Mesir, orang-orang yang “kotor” tidak boleh mengadakan persembahan terhadap dewa-dewi Mesir, dan karena semua orang Mesir terkena barah, tidak ada yang dapat melakukan penyembahan (Bandingkan dengan Allah yang terbuka terhadap orang-orang yang “kotor”, namun umat Israel terlindung dari Barah ini)

 

7. Tulah Hujan Es, Perlawanan Tuhan terhadap dewi Nut, dewi langit. Bahkan dewi langit ini tidak berkuasa melawan kekuasaan Tuhan atas langit sehingga mendatangkan hujan Es.

 

8. Tulah belalang, Perlawanan terhadap Dewa Seth, Dewa badai dan ketidakteraturan. Dengan Tulah ini Tuhan sealigus membuat Mesir dalam keadaan benar-benar kacau: tumbuh-tumbuhan pun, sisa-sisa pangan Mesir, habis sama sekali dan jumlah belalang begitu banyak hingga suasana Mesir gelap bagaikan diterpa badai. Bahkan Dewa Seth tidak bisa menyamai Tuhan dalam mendatangkan bencana semacam ini

 

9. Tulah Kegelapan, Perlawanan Tuhan terhadap Dewa Ra , yang merupakan Dewa Matahari, Dewa di atas segala Dewa Mesir. Bisa dikatakan, melalui Tulah Ini, Tuhan secara efektif membunuh Dewa Ra

 

10. Tulah paling simbolis, kematian anak sulung Mesir. Tulah ini berhubungan dengan makna Paskah yahudi dan juga akhirnya Paskah Kristen, tapi kita khususkan untuk membahas dalam konteks perlawanan Tuhan terhadap para Dewa Mesir. Firaun dianggap sebagai Dewa Mesir yang setara dengan Dewa Ra. Anak Sulung di Mesir adalah pemegang kekuasaan ayahnya kelak, termasuk Putrea Sulung Firaun. Dengan matinya semua anak sulung Mesir, maka secara simbolis kekuasaan orang-orang Mesir menjadi hampa karena adanya satu generasi anak sulung yang hilang. Terlebih lagi bahwa Kekuasaan Firaunpun mengalami kehampaan, maka dengan demikian kekuasaan Mesir lenyap dalam satu generasi.

 

Ini juga balasan Allah karena anak-anak sulung Israel dulu dibunuh, dengan suatu maksud.Dulu semenjak jasa Yusuf di Mesir, orang-orang israel banyak mendapat tanah terbaik di Mesir. Firaun generasi berikut itu khawatir atas keungglan Israel atas tanah-tanah Mesir ini, karena itu Firaun berpikir jika anak laki-laki sulung Israel mati, mau tidak mau wanita Yahudi harus menikahi pria Mesir dan akibatnya kekuasaan atas tanah itu berpindah ke Mesir.

 

diterjemahkan oleh Heinriz Liyaputra dari hubpages.com

 

Publisher: Pax et Bonum

Leave a Reply