Bagaimana menghadapi orang boros, sakit otak, gelap mata & dungu?

Pada dasarnya setiap orang yang selalu berada dalam keadaan dungu, sakit otak atau mata gelap dalam hal-hal perdata harus ditaruh di bawah penampuan. Pun jika ia kadang-kadang mampu mempergunakan pikirannya.

Ditaruh di bawah pengampuan maksudnya secara hukum orang itu dinyatakan tidak cakap, tidak mampu mempertanggungjawabkan perbuatannya. Yang bertanggung jawab adalah orang lain yang menjadi pengampu (atau penanggung jawabnya).

Jadi orang yang ditaruh dibawah pengampuan ini tidak bisa membuka rekening di bank, membuat perjanjian hutang, membeli benda atau tindakan perdata apapun yang punya dampak hukum. Pada dasarnya ia dianggap tidak cakap secara hukum perdata.

Pengampuan juga boleh diajukan untuk pihak yang selalu melakukan pemborosan. Misalnya anggota keluarga yang menghamburkan uang atau harta tanpa perhitungan yang masuk akal.

Untuk mendapatkan status hukum di bawah pengampuan harus melalui putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. Yang berhak mengajukan permohonan pengampuan ini adalah:

1.Keluarga sedarah garis lurus: kakek/nenek, orangtua, anak, cucu.

2.Keluarga semenda sampai derajat ke-4

3.suami atau isteri

4.diri sendiri.

Permohonan ini diajukan di Pengadilan Negeri di wilayah tempat kediaman orang yang boros/dungu/sakit otak/mata gelap.  Dalam permohonan harus dituliskan dengan jelas rangkaian peristiwa (kejadian, tempat, waktu, saksi, bukti) yang terperinci bahwa orang itu memang selalu dalam keadaan boros/dungu/sakit otak/mata gelap.  Pengadilan harus memeriksa orang tersebut secara langsung. Jika tidak dimungkinkan yang bersangkutan ke pengadilan, maka pengadilan akan memeriksa yang bersangkutan langsung ke rumahnya.

Segala tindakan perdata orang tersebutdapat dianggap batal demi hukum sebelum putusan pengadilan ada, asal pada saat itu telah ada dasar bahwa yang bersangkutan memang dungu/sakit otak/mata gelap.

Kecuali untuk orang boros baru berlaku setelah ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. ***

Leave a Reply