Tips Sukses ala Miliarder Fashion

Tips Sukses ala Miliarder Fashion

NEW YORK – salah satu miliarder yang memiliki kerajaan mode miliaran dolar Amerika Serikat (AS) dalam waktu kurang dari satu dekade, Tory Burch, membagikan tips-tips bagi para enterpreuner.

Tory Burch tidak hanya membuat pakaian modern, dia juga memanfaatkan pengalaman dan pengaruhnya untuk kebaikan yang lebih besar dengan Tory Burch Foundation, sebuah organisasi yang didedikasikan untuk memberdayakan pengusaha perempuan.

Perempuan yang masuk dalam 100 Wanita Paling Berpengaruh di Dunia versi Forbes ini, telah membantu mengubah gagasan dunia tentang pengusaha perempuan. Sang maestro mode ini membuktikan bahwa perempuan tidak harus menjajakan kue atau cuma meluncurkan sebuah blog.

Tory, miliarder yang menempati posisi 1.342 daftar miliarder dunia, dan 426 di AS versi Forbes ini berusia 46 tahun, dengan total kekayaan mencapai USD1 miliar.

Melansir Forbes, Jumat (24/5/2013), Tory membagi tips bagi para wirausaha, dan pelajaran kepemimpinan yang dia pelajari dengan cara yang keras dalam perjalanan menuju suksesnya yang luar biasa. Menurutnya, ada tujuh langkah yang harus diperhatikan oleh para pengusaha ini.

1. “Ikuti gairah Anda” 
Meskipun Burch dibesarkan sebagai anak yang tomboy, namun dia tetap mengikuti kuliah sejarah seni dan fashion di perguruan tinggi di University of Pennsylvania. Dia terus bekerja untuk desainer berpengaruh seperti Ralph Lauren dan Vera Wang. Ketika dia memutuskan untuk memulai perusahaannya, dia bermimpi memiliki merek global besar.

“Saya tidak pernah merancang sebelum mendirikan perusahaan ini. Tapi (Anda harus) mengambil risiko dan menempatkan diri di luar sana,” katanya.

2. “Tebalkan kulit Anda.” 
Burch telah menggunakan 10 brand untuk perusahaannya sebelum menetapkan untuk menggunakan namanya sendiri. Semua orang mengira dia akan gagal dalam sekejap, karena mencantumkan namanya sendiri pada merek buatnnya, dan menjadikan merek tersebut sangat sensitif terhadap kritik.

Meski demikian, orang tuanya menyarankan dia untuk cuek. “Menjadi sensitif, orang bijaksana membuat Anda terbuka terhadap kritik dan terpengaruh olehnya. Saya mendengar dan mencoba untuk tidak mendengarkan banyak hal negatif,” ungkap Tory.

3. “Taruh orang yang tepat di posisi yang tepat” 
Burch menggambarkan dirinya sebagai orang yang sangat setia, dan salah satu pelajaran bisnis terberat yang dia pelajari, adalah bahwa kesetiaan bisa menjadi kekuatan, dan dapat menjadi kelemahan baginya. Loyalitas, membuatnya enggan untuk melakukan perubahan dalam jajaran stafnya.

“Bila Anda memiliki orang yang salah dalam posisi yang salah itu mempengaruhi seluruh perusahaan. Ini adalah pelajaran keras untuk belajar. Menyadari potensi kekuatan Anda dapat menjadi Achilles bagi anda,” tutur Tory.

4. “Bangun hubungan”
Burch percaya pada jaringannya, dan bekerja sama dengan perempuan lain untuk membantunya sukesk. Karenanya, membuat hubungan yang langgeng akan mempengaruhi perkembangan karir Anda, dan membuat Anda siap untuk sukses.

“Setiap pekerjaan yang Anda miliki mungkin bukan pekerjaan yang sempurna, tapi Anda harus benar-benar mengambil hal-hal yang berbeda, dan Anda menciptakan hubungan,” jelas dia.

5. “Jadilah besar” 
Dalam lima tahun ini, Burch memiliki rencana untuk membuka tiga toko. Di sisi lain, sejak awal membangun merek global dia tahu, dia harus siap dengan kemunduran, namun dia mempunyai beberapa teman editor di dunia majalah yang dapat membantunya mendapatkan liputan dari media.

Keberuntungan itu penting, tetapi kekuatan jaringan dan kolaborasi membantu Anda meningkatkan keberuntungan Anda.

6. “Jadilah otentik” 
Jika berbicara tentang kehidupan pribadinya dan anak-anaknya dia akan menjadi sangat tertutup. Namun, ketika berbicara tentang usahanya, dia merupakan buku yang terbuka. Misalnya, Ketika perusahaannya mengubah sistem operasi, dan mengakibatkan kesalahan dan mengakibatkan mereka tidak bisa melacak pengiriman selama periode enam bulan.

Namun, bukannya bersembunyi, Burch memutuskan untuk merangkul media sosial, dan menjadi transparan dengan pelanggan tentang apa yang terjadi. Hasilnya? Para pelanggannya pun berbalik mendukung dia.

7. “Kencangkan ikat pinggang” 

Ketika Anda melihat seseorang sesukses Burch, mudah untuk melihat keberhasilan karena tujuan yang telah tercapai, bukan karena perjalanan yang berkelanjutan yang dibutuhkan degan kerja keras, solusi kreatif, kemunduran, dan inovasi terus-menerus.

Burch mengakui, menjadi seorang pengusaha tidak sesuai untuk semua orang. Dia harus bekerja berjam-jam, dan waktu mengawali bisnisinya, dia harus membawa anak-anaknya ke tempat tidur, kemudian melakukan kontrak dengan empat kantornya di Hong Kong.

Kemunduran akan selali ada di sana, beberapa bahkan lebih besar daripada tantangan pertama, dan itu penting sebagai kesempatan belajar. “Kencangkan ikat pinggang, karena akan ada sejumlah besar pekerjaan, tapi kita harus bisa menerimanya,” kata Burch.

Porteegoods, startup yang jamin kemiripan hingga 90 persen untuk semua pesanan sepatu kulit custom-made – Yahoo News Indonesia

Porteegoods-thumb

Saya terkesan dengan pendapat Natali Ardianto (co-founder dan CTO Tiket) dalam artikel Tech in Asia spesial edisi lebaran bahwa alasan utama mendirikan startup sejatinya adalah menyelesaikan masalah yang ada di sekitar. Alasan yang sama diterapkan oleh Porteegoods sebagai startup penyedia layanan sepatu kulit custom-made dengan tingkat akurasi kemiripan yang optimal. Apa yang membuat Porteegoods berani menjamin kualitas tersebut?

Didirikan di Bandung pada awal tahun 2011, Porteegoods merupakan startup yang menyediakan layanan pembuatan sepatu kulit hand made yang bisa dikustomisasi sesuai keinginan konsumen. Gunantyo Suci selaku founder mengungkapkan bahwa fenomena bisnis sepatu kulit custom-made di Indonesia tidak memerhatikan kualitas dibandingkan layanan serupa yang ditawarkan dari luar negeri seperti Trickers dari Inggris. Sayangnya layanan sepatu kulit custom-made buatan luar negeri tentu saja memiliki harga yang mahal. Permasalahan menonjol lainnya dari bisnis sepatu custom-made di Indonesia yaitu kemiripan desain yang diinginkan konsumen tidak sesuai dengan hasil sepatu yang telah dibuat. Inilah alasan yang mendasari Gunantyo untuk mendirikan Porteegoods demi menjembatani demand akan sepatu kulit custom-made dari market lokal, dengan harga yang relatif lebih kompetitif tanpa mengabaikan kualitas, hingga tingkat akurasi kemiripan sebesar 90 persen.

90 persen mirip!

Gunantyo – yang merupakan lulusan Desain Komunikasi Visual dari Ars International University, Bandung– memiliki strategi tertentu untuk memenuhi keinginan konsumen agar sepatu yang mereka rancang sendiri bisa dibuatkan semirip mungkin. Berawal dari pengamatan Gunantyo bahwa kesalahan umum pelaku bisnis sepatu custom-made di Indonesia yaitu benar-benar menawarkan custom model dalam artian konsumen bisa mengirim foto atau gambar model sepatu apapun sebebas mungkin. Faktanya banyak sekali konsumen yang kecewa dengan model layanan seperti itu karena mereka menerima hasil sepatu custom yang tidak sesuai dengan foto atau gambar yang telah dikirim sebelumnya.

Untuk mencapai kemiripan sepatu custom dengan akurasi hingga 90 persen, Porteegoods menyiapkan website untuk melakukan pre-order sepatu custom-made ini dengan konten yang yang telah diatur sedemikian rupa dengan template-template tertentu. Misalnya ketika saya mencoba layanannya, saya hanya dihadapkan pada pilihan tiga jenis sepatu saja, yaitu: Derby, Chukka, dan Boots.

Setelah saya memilih jenis sepatu yang diinginkan, website ini memberikan keleluasaan untuk melakukan mix and match dengan menyediakan beberapa pilihan penyesuaian mulai dari warna, sol, ukuran, hingga jenis kelamin untuk siapa sepatu ini kelak dikenakan yang ada pada katalog Porteegoods. Saya mencoba mendesain sepatu sendiri dengan jenis sepatu Derby, tipe blucher, berwarna tan leather, sol luar menggunakan heels, model sol sepatunya terbuat dari kulit, dan tidak menggunakan bilur pada sol-nya. Semakin menarik, saya bisa melihat live preview dari sepatu yang telah saya desain dalam bentuk animasi (gambar ada di bawah).

Desain-porteegoods-thumb

Dengan model layanan custom yang “dibatasi” ini, jaminan bahwa pesanan dari konsumen dapat dibuatkan dengan mirip hingga 90 persen memang bisa tercapai. Karena model yang terdapat pada katalog Porteegoods adalah desain yang pilihan pola dan warnanya memang sudah mereka miliki dan sudah pernah mereka buat sebelumnya.

Mengapa Porteegoods?

Strategi bisnis lain yang membuat Porteegoods eksis hingga lebih dari tiga tahun lamanya ini yaitu selalu menggunakan bahan dan teknik terbaik dalam pengerjaan sepatu. Porteegoods juga selalu menyesuaikan dengan update perkembangan fashion sepatu dunia karena memang ingin menjadi pionir dalam bisnis sepatu custom-made di Indonesia. Oleh karena itu, Porteegoods tetap mempertahankan konsep produk berupa sepatu klasik yang dapat mengakomodir kehidupan kaum urban masa kini, dengan harga yang relatif kompetitif untuk ukuran sepatu custom-made, namun tetap terlihat modern.

Portfolio-porteegoods-thumb

Itulah alasan Gunantyo menamai brand-nya dengan “Porteegoods” —yang merupakan perpaduan dari bahasa Perancis dan Inggris serta singkatan tertentu— dengan arti “Portee” (bahasa Perancis) yaitu “to wear” dan “goods” singkatan dari “good shoes” dengan harapan bahwa sepatu custom yang harganya cukup tinggi di luar negeri, kini dapat dikenakan oleh semua orang Indonesia dengan harga relatif terjangkau melalui Porteegoods.

Gunantyo sendiri memberikan saran bagi siapapun yang ingin memasuki market startup sejenis Porteegoods ini sebagai berikut:

Anda harus menjalankan bisnis seperti ini secara fulltime, karena bisnis sepatu custom-made ini bukan bisnis mudah.

Konsisten dengan model bisnis made to order shoes

Gunantyo menyebut model bisnis Porteegoods dengan nama “made to order shoes” dimana konsumen bisa memesan sepatu sesuai dengan desain yang diinginkannya sendiri. Harga sepatunya sendiri bervariasi tergantung dari desain yang dipesan konsumen dengan rentang harga mulai dari Rp 550.000 per satu pasang sepatu. Produksi sepatu custom-made ini juga baru akan dimulai setelah konsumen melakukan pembayaran awal (down payment) sebesar Rp 200.000 setelah mendapatkan konfirmasi melalui email. Dengan model bisnis seperti ini, Porteegoods mengklaim telah menghasilkan pendapatan sekitar Rp 100 hingga 120 juta per bulan. Lebih dari tiga tahun ini, Porteegoods menjalankan bisnisnya tanpa pendanaan dari investor luar manapun.

Gunantyo mengungkapkan bahwa tantangan yang dialami dalam menjalankan bisnis Porteegoods ini justru bukan pada masalah penjualan karena memang marketnya sudah ada, melainkan lebih pada kebijakan pemerintah Indonesia yang kurang mendukung dalam bisnis rintisan seperti Porteegoods ini. Selain itu Porteegoods juga mengalami kesulitan dalam mendapatkan modal serta dana untuk pengembangan bisnisnya.

Porteegoods beroperasi di bawah badan hukum CV. Cinzano dengan memiliki pageview rata-rata 10.000 hingga 15.000 per bulan, pengunjung website sekitar 2.000 hingga 3.000 per bulan, konsumen aktif yang memesan sepatu secara online di kisaran 150 hingga 200 orang per bulan, menawarkan lebih dari 30 model sepatu yang berbeda, dan mempunyai 26 pegawai tetap yang terdiri atas tim manajemen sebanyak 6 orang serta tim produksi ada 20 orang. Rencana ke depannya Porteegoods ingin mendirikan toko fisiknya tersendiri.

Gunantyo mengklaim bahwa di Indonesia ini bisnis sepatu custom-made dengan model layanan yang mirip seperti Porteegoods belum ada, terkecuali sepatu custom-made khusus untuk konsumen wanita seperti startup ProjectShoe. Menurut saya startup yang khusus menjual sepatu seperti Brodo juga bisa menjadi kompetitornya sekalipun tidak menyediakan layanan sepatu custom-made.

Teknologi Nano Bikin Baju Ini Anti Kotor

 

 

Teknologi Nano Bikin Baju Ini Anti Kotor

https://i0.wp.com/images.detik.com/content/2014/12/05/398/170057_hotfrom20141205161237.jpg?w=584
Jakarta – Teknologi nano merambah ke berbagai bidang, termasuk konveksi. Digunakan sebagai bahan pakaian, material hydrophobic nanotechnology membuat pemakainya tak perlu khawatir basah atau kotor.Baju dengan material hydrophobic nanotechnology sebenarnya bukan sesuatu yang baru. Nokia mendemonstrasikan teknologi ini beberapa tahun lalu. Salah satu merek pakaian renang pun ada yang sudah menggunakan teknologi ini untuk membuat pakaian tetap kering.

Perusahaan asal Australia Threadsmiths, meluncurkan t-shirt atau kaus yang memanfaatkan hydrophobic nanotechnology. Dengan teknologi ini, ketika kaus terkena noda, pengguna cukup menyiramnya dengan air tanpa harus basah.

Seperti dilansir Ubergizmo, Jumat (5/12/2014), tidak ada sama sekali noda tertinggal di pakaian. Tentu bagi yang sangat menjaga penampilan, pakaian seperti ini akan menarik minat mereka.

Namun dengan kelebihannya ini, tentu banderolnya tidak murah. Threadsmiths menjualnya 65 Dolar Australia atau setara Rp650 riu untuk satu potong pakaian. Sayangnya, tidak banyak pilihan jika Anda ingin membelinya. Threadsmiths memang memberi pilihan desain untuk pria, wanita dan anak-anak. Tapi untuk warnanya, hanya tersedia putih.

Jika Anda penasaran seperti apa cara kerja pakaian anti kotor dan basah ini, berikut video presentasi singkat mengenai produknya.

Studi Pakaian Bisa Tentukan Kesuksesan Karir Pekerja

Unknown

Suka atau tidak, ternyata pakaian yang Anda kenakan bisa dijadikan sebagai alat komunikasi. Salah berpakaian bisa berdampak buruk terhadap kemampuan si pemakai untuk mencapai keberhasilan.

Dilansir Business Insider, Rabu 20 Agustus 2014, Darlene Price, President of Well mengatakan, dalam gambaran secara umum dan beberapa realitas yang ada, pakaian memang tidak selalu mendefinisikan siapa Anda sebagai pribadi, atau menentukan nilai Anda sebagai manusia.

Namun, imbuhnya, dalam dunia temporal manusia, wajar atau tidak, orang lain akan menilai dengan cara melihat kita, termasuk salah satunya cara berpakaian.

“Terutama di tempat kerja, pakaian diketahui sangat signifikan mempengaruhi bagaimana orang lain melihat Anda dan bagaimana mereka merespon ke arah Anda,” ungkapnya.

Para peneliti yang tergabung dalam Researchers at the National Research Council of Canada (NRCC) menemukan, bahwa penampilan Anda akan sangat mempengaruhi persepsi orang lain mengenai kesuksesan Anda, kewenangan, kepercayaan, kecerdasan, dan dapat digunakan perusahaan untuk mempekerjakan atau mempromosikan Anda.

Dan, karena persepsi sering menjadi sebuah realitas, maka apa yang Anda kenakan tidak hanya mengkomunikasikan siapa Anda dalam pikiran orang lain, tetapi juga mempengaruhi tingkat kemajuan karir.

Penelitian NRCC juga menemukan bahwa saat Anda menggabungkan penampilan Anda dengan kemampuan komunikasi, hal itu tidak hanya akan mempengaruhi persepsi orang lain ke Anda, tetapi juga perlakuan mereka ke Anda.

“Pakaian ditambah kemampuan komunikasi akan menentukan diterima atau tidaknya permintaan Anda, mempercayai informasi kepada Anda, dan memberikan akses kepada Anda ke pembuat keputusan, mempekerjakan Anda, atau membeli produk atau jasa yang Anda tawarkan,” katanya.

Berikut adalah tujuh tips untuk memastika pakaian yang Anda kenakan memberikan dampak positif pada kesuksesan Anda:

1. Jangan menampilkan terlalu banyak kulit tubuh.

Artinya, Anda tidak menggunakan rok pendek, baju tanpa lengan, atau sepatu yang nyaris tidak menutupi kaki Anda.

2. Jangan mengenakan pakaian kotor.

3. Jangan mengenakan pakaian yang kusut.

4. Kenakan pakaian yang cocok dan sesuai untuk Anda, jangan menggunakan pakaian terlalu longgar atau ketat.

5. Selalu menggunakan pakaian yang serasi motifnya.

6. Memakai sepatu dan aksesoris lainnya yang tidak terlalu mencolok dan berlebihan.

7. Jangan menggunakan celana pendek. Di beberapa tempat kerja, memang diijinkan karyawannya menggunakan celana pendek. Tetapi, jika Anda benar-benar ingin menggambarkan diri Anda sebagai seorang profesional, jangan mengenakan itu.

“Untuk mencapai kemajuan karier, sebaiknya Anda memilih mengenakan pakaian yang lebih mencerminkan kredibilitas Anda. Pastikan eksterior yang Anda tampilkan dapat mencerminkan siapa Anda,” tambahnya.

10 Desainer Muda Cari Pengakuan Dunia Lewat Fashion Forward

RODERICK ADRIAN MOZES Model memperagakan busana rancangan Tex Saverio dalam acara Jakarta Fashion Week (JFW) 2014 di Senayan City, Jakarta, Sabtu (19/10/2013). Sebanyak 240 desainer dan fashion label ambil bagian dalam acara yang berlangsung hingga 25 Oktober ini.

Program Indonesia Fashion Forward kembali menciptakan generasi desainer berbakat yang siap menembus pasar Asia dan Eropa. Pada 2014, generasi ketiga Fashion Forward, berjumlah 10 desainer yang siap berbisnis fashion dan berani membawa nama Indonesia sebagai merek dagangnya, mendapatkan kesempatan belajar bersama pakar dari Center for Fashion Enterprise (CFE), London.

Satu tahun penuh para pakar fashion dari CFE tersebut menjadi mentor para desainer muda ini. Tujuannya agar desainer berbakat dari Indonesia lebih memahami aspek penting menjalani bisnis fashion antara lain perencanaan bisnis, finansial, hukum, pembiayaan dan penentuan harga, strategi penjualan, pemasaran dan humas.

Berbekal pengalaman ditambah pengetahuan dari pakar inilah, para desainer muda Indonesia diharapkan bisa berkembang pesat dengan brandnya dan membawa nama Indonesia di industri fashion dunia dengan karya terbaik mereka.

Para desainer Indonesia Fashion Forward 2014 adalah Patrick Owen, Sapto Djojokartiko, Jii by Gloria Agatha, Restu Anggraini, Tertia, F Budi, Monstore, Rosalyn Citta, Billy Tjong, Anditta Siswandi, Norma Moi, dan Peggy Hartanto.

Mereka telah memulai perjalanan Fashion Forward di awal tahun ini dengan membuka wawasan mengenai strategi pengembangan infrastruktur bisnis. Pada tahap awal ini mereka juga dilatih mempertajam kreativitas. Tahapan berikutnya, pada Mei 2014, para desainer yang berpengalaman di panggung mode ternama Indonesia ini akan belajar mengidentifikasi masalah dan solusi yang menghambat perkembangan bisnis mereka.

Berbagai tahapan yang para desainer ini lalui merupakan langkah mempersiapkan kematangan brand fashion Indonesia untuk mendapatkan pengakuan dunia. Satu kesempatan yang ditunggu-tunggu adalah menampilkan karya mereka di department store atau trade show terkemuka di luar negeri.

Program Indonesia Fashion Forward (IFF) yang merupakan kerjasama Jakarta Fashion Week dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI dan British Council, telah melahirkan dua generasi desainer yang mendapatkan pengakuan dunia dengan karyanya. Harapannya generasi ketiga ini mampu membawa imej positif dan pengakuan yang lebih baik dari industri fashion skala internasional.

Suzy Menkes, Editor Vogue yang berpengalaman 25 tahun bekerja di International Herald Tribune mengaku kagum dengan karya desainer IFF saat melihat langsung produk fashion di Jakarta. Svida Alisjahbana, Ketua Umum Jakarta Fashion Week juga mengatakan batik rancangan desainer Indonesia mendapat ulasan di sebuah jurnal industri fashion dunia.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu juga berharap program ini kembali mendulang sukses.

“Kita harap mereka yang masuk program tahun ini bisa mengulangi sukses peserta tahun sebelumnya dan menjadi kekuatan generasi baru bidang fashion,” kata Mari Elka saat membuka workshop IFF 2014 di Jakarta, Rabu (21/5/2014).

Desainer Indonesia yang sukses mengikuti program IFF dua tahun sebelumnya antara lain Major Minor, Tex Saverio, Toton, Yosafat Dwi Kurniawan, Vinora, Nur Zahra, Jenahara, Monday to Sunday. Sebagian dari mereka berhasil masuk di panggung fashion kelas dunia, misalnya Tex Saverio di Paris Fashion Week. Sebagian desainer, kreasinya juga tersedia di department store kelas internasional seperti Harvey Nichols.

Workshop untuk para desainer ini berlangsung di Gedung Sapta Pesona Kemenparekraf Jakarta, sebagai rangkaian program Jakarta Fashion Week 2015. JFW 2015 akan berlangsung di Senayan City Jakarta, 1-7 November 2014.

Inilah 5 fashion blogger terpopuler di Indonesia

Fashion blogger adalah seorang blogger yang berfokus pada tema fashion pada bahasan blognya. Ngeblog atau aktivitas blogging sudah menjadi budaya populer di era internet saat ini, dan para fashion blogger memanfaatkan hal ini untuk berkreasi, berekspresi, serta membagikan kepada dunia mengenai gaya fashionnya melalui suatu blog pribadi.

Kini fashion blogger telah menjadi profesi yang keren, terutama bagi kalangan anak-anak muda. Kolaborasi antara passion, fashion, dan blog, ternyata dapat memberikan keberuntungan bagi para fashion blogger. Banyak tawaran menjadi endorser dari online shop dan brand terkenal. Selain itu, mereka juga eksis diliput oleh berbagai media fashion dari dalam dan luar negeri.

Dari sekian banyak fashion blogger di Indonesia, mayoritas memang didominasi oleh kaum perempuan. Mungkin karena kaum perempuan lebih peduli pada penampilan dan mengikuti perkembangan trend fashion yang ada. Berikut ini adalah lima orang fashion blogger terpopuler di Indonesia berdasarkan jumlah follower mereka di Instagram:

1. Jessica dan Elle Yamada

elle yamada fashion blogger

Elle and Jess (Elissa dan Jessica Yamada) adalah dua orang bersaudari pemilik ritel fashion online, Gowigasa.com sejak tahun 2010. Selain sibuk berbisnis, mereka juga aktif sebagai fashion blogger di blog pribadi mereka. Kecantikan dan gaya fashionable mereka menarik minat banyak orang untuk mengenal mereka lebih jauh.

Instagram: @elleyamada / @jessyamada
Follower: 113.445 / 59.893

2. Anastasia Siantar

anastasia siantar

Anastasia Siantar adalah seorang model, dancer, dan fashion blogger yang berusia 24 tahun. Anaz, biasa ia dipanggil, mulai dikenal di kalangan fashion blogger sejak tahun 2011. Melalui blognya, ia aktif menampilkan gaya fashionnya dengan fotografi yang profesional.

Instagram: @anazsiantar
Follower: 82.767

3. Diana Rikasari

diana rikasari

Ibu muda kelahiran 23 Desember 1984 ini telah aktif ngeblog sejak tahun 2007. Diana Rikasari dapat disebut sebagai orang pertama yang membawa budaya fashion blogging di Indonesia. Selain aktif sebagai fashion blogger dan ibu rumah tangga, ia juga sedang sibuk mengembangkan bisnis sepatunya iwearUP.comdan PopFlats.com.

Instagram: @dianarikasari
Follower: 60.464

4. Sonia Eryka

sonia eryka

Gadis kelahiran Jakarta, 21 Juni 1993 ini, telah aktif di dunia fashion blogging sejak tahun 2009. Selain aktif menulis tentang fashion di blognya, ia juga adalah seorang pemilik dari kafe bernama Ninotchka di kawasan Jakarta Barat, dan seorang penyanyi solo yang baru saja merilis lagu pertamanya berjudul Dalam Sepi.

Instagram: @soniaeryka
Follower: 59.885

5. Evita Nuh

evita nuh

Gadis berusia 15 tahun ini telah menjadi fashion blogger sejak berusia 9 tahun. Karena menganggap bahwa pakaian untuk anak seusianya kebanyakan terlalu kekanak-kanakan atau terlalu dewasa, Evita memutuskan untuk bereksperimen mix and match berbagai pakaian dan aksesori dan diposting di blognya. Berkat kreatifitasnya itu, Evita pernah masuk menjadi salah satu fashion blogger paling bersinar (“Fashion Brights Under 16”) di seluruh dunia menurut komunitas penulis fashion TongueChic.com.

Inilah 12 Desainer Pilihan Fashion Forward

 

CHRISTINA ANDHIKA SETYANTI
Tex Saverio dan lini busana ready to wear-nya yang baru ikut serta dalam program fashion forward JFW 2014 dalam kategori luxury ready to wear.

Sebagai upaya untuk membantu para desainer lokal agar semakin berkembang dan mampu menembus pasar dunia, Jakarta Fashion Week (JFW) 2014 menyelenggarakan program Fashion Forward.

“Tahun ini merupakan tahun kedua Fashion Forward digelar. Tahun lalu, hasilnya sangat memuaskan baik untuk penyelenggara ataupun untuk desainernya sendiri,” ungkap Svida Alisjahbana, Ketua Umum JFW 2014, saat konferensi pers JFW 2014 di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Jakarta Pusat, Senin (13/5/2013).

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu, menambahkan bahwa sudah seharusnya dunia mode tak cuma memamerkan keglamoran busana dalam fashion show, tapi juga memberi pelajaran penting untuk perkembangan bisnisnya.

Tahun lalu, ada delapan desainer lokal yang terpilih mengikuti ajang ini, yaitu Bretzel (Imelda Kartini, Yuliana), Cotton Ink (Ria Sarwono, Carline Darjanto), Major Minor (Ari Seputra, Sari Seputra, Inneke Margarethe, Ambar Pertiwi), Albert Yanuar, Yosafat Dwi Kurniawan, Barli Asmara, Jeffry Tan, dan Dian Pelangi. Di sini mereka diajak untuk berani keluar dari zona nyaman, dan menciptakan berbagai inovasi yang lebih wearable dan bernilai jual tinggi.

Sedikit berbeda dengan tahun lalu, tahun ini Fashion Forward diikuti oleh 12 desainer lokal. “Penambahan jumlah peserta ini bertujuan semakin memperluas kesempatan desainer lokal untuk mendapat pembinaan di Fashion Forward. Mudah-mudahan di tahun depan bisa bertambah lagi jumlahnya,” ungkap Diaz Parzada, Creative Director JFW.

Selain penambahan jumlah desainer yang ikut serta, ajang inkubasi desainer lokal untuk mendapat pelatihan ini juga dibagi dalam empat kategori, yaitu luxury ready to wear, quirky ready to wear, busana muslim, dan aksesori.

1. Luxury ready to wear
Kategori ini merupakan kumpulan desainer yang memiliki desain busana mewah dan elegan namun tetap termasuk ready to wear. Desainer yang tergabung dalam kategori ini adalah, Vinora Ng, Toton Yanuar, Tex Saverio, dan Friederich Herman.

2. Quirky ready to wear
Desainer yang termasuk dalam kategori ini antara lain Nefertiti (Prita Widyaputri), Monday to Sunday (Dita Addlecoat, Mellyun Xing, Oline Siahaan, serta Riyam Soepardi), Milcah (Faustine Arthaputri), dan 8eri (Eridani). Untuk bisa dimasukkan dalam kategori ini para desainer harus memiliki desain busana ready to wear yang unik, kreatif, dan cantik.

3. Muslim
Tahun lalu, desainer busana muslim yang tergabung dalam program ini hanya ada satu. Namun tahun ini, ada dua desainer busana muslim yang meramaikan Fashion Forward, yaitu Nur Zahra dan Jenahara.

4. Aksesori

Ini merupakan kategori baru dalam Fashion Forward. Aksesori yang termasuk dalam kategori ini antara lain sepatu dan tas. Sedangkan desainer yang termasuk dalam kategori ini adalah Lianna Gunawan (La Spina dan Lianna), serta Novita Yunus

Studi Mengatakan, Sebaiknya Wanita Tak Mengenakan Bra

031008530780x390

Sebuah studi mengatakan bahwa memakai bra untuk melindungi dan menopang payudara bukanlah gaya hidup yang baik. Apa pasal?

Studi yang berlokasi di Perancis ini berlangsung selama 15 tahun, dan akhirnya menemukan ide baru bahwa bra bisa membahayakan wanita. “Secara medis, psikis, dan anatomi tubuh, payudara wanita tidak mendapatkan manfaat positif dari pemakaian bra. Sebab, pemakaian bra memaksa tubuh melawan gravitasi,” ujar Jean-Denis Rouillon, Profesor, University of Franche-Comté in Besançon, pada France Info dan dikutip Huffington Post.

Berlokasi di sebuah rumah sakit universitas, Rouillon mengukur payudara dan mempelajari 300 responden wanita dengan kisaran usia 18 sampai 35 tahun. Selanjutnya, beberapa dari responden diminta untuk tidak mengenakan bra selama satu tahun.

Hasilnya, mereka yang tak mengenakan bra memiliki payudara lebih kencang dan sehat, dibandingkan yang tetap rutin mengenakan bra. Hal ini dibuktikan dengan ukuran puting yang lebih tinggi sebanyak 7 milimeter dan payudara mereka ditemukan lebih kenyal.

Lalu, responden yang diminta untuk mengenakan bra secara rutin mengaku sering mengalami nyeri punggung dan payudara terasa mengendur dari waktu ke waktu.

Salah satu responden yang selama setahun tak mengenakan bra, Capucine Vercellotti (28), dalam kurun waktu tersebut mengaku tubuhnya lebih segar, lebih mudah bernapas, dan merasa sehat. “Awalnya memang agak aneh. Sebab, saya terbiasa mengenakan bra setiap hari. Namun, lima menit setelah mulai tak mengenakan bra, saya tak merasakan kejanggalan. Saya tak memiliki masalah tanpa bra,” katanya kepada Agence France-Presse.

Namun demikian, Rouillon tidak menyarankan semua wanita yang membaca hasil studi ini untuk serta-merta langsung tak mengenakan bra. Sebab, penelitiannya ini tidak melibatkan semua perwakilan dari populasi wanita di dunia.

Bagaimana menurut Anda, lebih baik mengenakan bra atau tidak sama sekali?

Tubuh Mungil Tampil Jenjang, Ini Aturannya

109267_model-rok_209_157
Tak perlu pusing memiliki bentuk tubuh mungil. Anda tetap bisa tampil memikat dengan mengandalkan sedikit perubahan soal cara berpakaian. Mungkin Anda kerap kesulitan mencari ukuran pakaian yang tepat, atau ragu memadankan beberapa item pakaian. Pendiri situs fesyen dari Amerika, Alvo Caroline membagi aturan main bagaimana seharusnya pemilik tubuh mungil menampilkan proporsi cantik, seperti dikutip Knoworthy:
-Untuk si mungil, ada baiknya Anda memilih busana bergaris leher V. Potongan ini memberikan ilusi tubuh lebih tinggi.
– Pastikan jahitan bagian atas lengan terletak tepat diatas bahu. Jahitan yang tidak sesuai dengan letak bahu, atau melorot membuat Anda terlihat lebih kecil dan pendek. Aturan ini sama ketika Anda menggunakan blazer, jaket, bolero, atau jenis outer lainnya.
– Paling cocok, wanita dengan bentuk tubuh mungil menggunakan pakaian berlengan tiga perempat. ini tak berarti semua model lengan boleh dipakai. Hindari atasan berlengan batwing yang akan memangkas bentuk pinggang, sehingga tubuh terlihat lebih pendek.
-Jangan takut menggunakan celana jeans dengan lipatan. Ketika bagian bawah celana digulung hingga melebihi mata kaki, justru akan membentuk tubuh yang lebih proporsional.
-Panjang rok yang terbaik untuk si tubuh mungil adalah sebatas lutut. Namun jangan ragu pula menggunakan rok mini. Saat menggunakan rok, sebaiknya kenakan di bagian atas pinggang. Ini akan menunjang bentuk tubuh lebih jenjang.

Inilah Titik Balik yang Mengantarkan Kesuksesan Para Miliarder Kelas Dunia

Tidak Semua Orang Kaya Dunia Langsung Sukses. Ini Dia Kisah Menarik Titik Balik Mereka Untuk Menjadi Sukses.

Setiap keberhasilan menyimpan cerita. Begitu pula dengan miliarder-miliarder berikut yang mungkin nama produknya sudah jadi bagian hidup Anda sehari-hari. Mereka tidak langsung sukses di awal karir mereka sebagai entrepreneur. Pada satu titik di kehidupan mereka, mereka mendapat kesempatan yang kemudian mengubah bisnis dan kehidupan mereka selama-lamanya. Anda boleh menyebutnya titik balik, turning point, quantum leap, atau apalah. Namun kami menyebutnya dengan kekuatan fokus.  Cerita-ceritanya sangat menarik untuk disimak. Seperti apa?

 

Virgin awalnya studio rekaman yang berhasil memproduseri seorang hitmaker.

Richard Branson tidak langsung kaya seperti sekarang. Ia memulai perjalanan karirnya sebagai taipan bisnis dengan membuat sebuah majalah berjudul Student. Kala itu, ia sudah dropout dari sekolah tinggi. Nasibnya berbalik di usianya ke 22. Ia sedang menjalankan sebuah studio rekaman dan memproduseri seorang penyanyi bernama Mike Oldfield. Sebuah single yang dinyanyikannya berhasil hit di Inggris dan menduduki top chart selama 247 minggu. Setelah itu, ia memutuskan untuk membangun sebuah label rekaman dengan nama Virgin. Virgin kemudian mengantarkannya ke industri-industri lain, seperti agensi iklan hingga maskapai penerbangan yang menjadikan Branson seorang miliarder terkaya Inggris seperti sekarang.

 

Microsoft populer berkat rangkulan tangan dari IBM.

Pada waktu Bill Gates dropout dari Harvard, Microsoft masih berupa sebuah perusahaan teknologi kecil yang tengah berusaha membuka jalan di tengah persaingan industri PC yang ketat. Debut besarnya datang dari IBM. Bill Gates mendapat penawaran kontrak dari IBM untuk menyediakan sistem operasi bagi PC murah IBM. Peristiwa inilah yang membuat nama Microsoft meroket ke tengah peta persaingan industri software.

Starbucks green tea Inilah Titik Balik yang Mengantarkan Kesuksesan Para Miliarder Kelas Dunia studentpreneur entrepreneur startupInilah Titik Balik yang Mengantarkan Kesuksesan Para Miliarder Kelas Dunia [Studentpreneur]

Starbucks jadi kafe ketika pendirinya sedang kongkow di Milan.

Hingga 1983, model bisnis Starbucks masih berupa supplier kopi berkualitas tinggi. Kala itu, Howard Schultz mendapat undangan untuk mengunjungi konferensi di Milan. Di sana, ia berpapasan dengan kafe di manapun ia berjalan. “Ada sekitar 1500 di Milan,” katanya. “Mereka ada di setiap sudut jalan, dan masing-masing di antaranya penuh sesak dengan pelanggan.” Bukan karena latte, yang mana Schultz sebut sempurna. Melainkan karena kopi memang seharusnya dinikmati bersama-sama. Kemudian ia membayangkan Starbucks sebagai sebuah tempat dimana orang-orang dapat berkumpul.

 

Walmart berdiri di kota-kota kecil karena istri sang pendirinya tidak mau pindah ke kota besar.

Sam Walton ingin meninggalkan Arkansas untuk membeli sebuah departement store. Namun istrinya menolak mentah-mentah rencananya untuk pindah. Ia ngotot tidak ingin tinggal di kota yang berpenghuni lebih dari 10 ribu jiwa. Walton tidak jadi pindah. Ia kemudian mendirikan departement store di kota ini. Secara mengejutkan, inilah cikal bakal Walmart, sebuah rantai retailer yang kemudian jadi rantai retailer terbesar di dunia. Sampai sekarang, Walmart hanya membangun gedung mereka di komunitas-komunitas yang jarang dimasuki supermarket lain.

 

Google mendapat ide untuk menghasilkan uang dari sebuah website mirip Yellow Pages.

Sebelum 2002, Google masih kering pendapatan. Saat itulah Larry Page dan Sergey Brin bertemu dengan Bill Gross, penemu GoTo.com. Gross kemudian mengenalkan konsep Paid Search kepada mereka. Seperti halnya sebuah halaman iklan di Yellow Pages, website dapat membayar untuk mendapat posisi teratas pada halaman GoTo.com untuk kata kunci tertentu. Hal ini sekaligus akan menekan spam. Maka, Page dan Brin membuat versi mereka sendiri, yang mana sukses besar mengangkat perusahaan mereka dari keringnya pendapatan. Algoritma ini kemudian dikenal dengan nama AdWords.

Nah Sobat Studentpreneur, kesamaan dari semua entrepreneur miliarder di atas adalah: mereka mendapatkan pencerahan dan kesempatan ketika mereka akan memulai atau sedang menjalankan bisnis. Ia datang bukan ketika mereka sedang berpangku tangan, melainkan ketika mereka merasa harus fokus ke dalam bisnis mereka. Karena mereka tahu kalau mereka hanya punya dua opsi dalam kehidupan ini: make it or break it.