Daftar 50 makanan terenak di dunia

KOMPAS.com – Tahun lalu, situs berita CNN mengumumkan rendangkhas Indonesia sebagai makanan nomor satu terenak di dunia. Tahun ini, CNN kembali merilis daftar 50 makanan terenak sedunia lewat 35.000 voting di media sosial Facebook.

Hasilnya, rendang khas Sumatera Barat kembali menduduki peringkat pertama.

” Rendang is the best,” tulis seorang voter, Kamal F Chaniago. Voter lainnya, Isabela Desita menuliskan, “Rendang should be the first! It’s really nice, you should try!”

Tak hanya rendang, nasi goreng khas Indonesia juga menempati peringkat kedua. Sementara itu, makanan Nusantara lainnya yang masuk daftar adalah sate, yang menduduki peringkat ke-14.

Dilansir dari CNNJumat (14/7/2017), berikut daftar 50 makanan terenak di dunia.

1. Rendang, Indonesia

2. Nasi goreng, Indonesia

3. Sushi, Jepang

4. Tom yam goong, Thailand

5. Pad thai, Thailand

6. Som tam, Thailand

7. Dim sum, Hongkong

8. Ramen, Jepang

9. Bebek peking, China

10. Massaman curry, Thailand

11. Lasagna, Italia

12. Kimchi, Korea

13. Chicken rice, Singapura

14. Sate, Indonesia

15. Es krim, Amerika Serikat

16. Kebab, Turki

17. Gelato, Italia

18. Croissant, Perancis

19. Green curry, Thailand

20 Pho, Vietnam

21. Fish n chips, Inggris

22. Egg tart, Hongkong

23. Bulgogi, Korea

24. Fried rice, Thailand

25. Cokelat, Meksiko

26. Penang assam laksa, Malaysia

27. Tacos, Meksiko

28. Barbecue pork, Hongkong

29. Chili crab, Singapura

30. Cheeseburger, AS

31. Fried chicken, AS

32. Lobster (global)

33. Seafood paella, Spanyol

34. Shrimp dumpling, Hongkong

35. Neapolitan pizza, Italia

36. Moo nam tok, Thailand

37. Potato chips, AS

38. Warm brownie and vanilla ice cream (global)

39. Masala dosa, India

40. Bibimbap, Korea

41. Galbi, Korea

42. Hamburger, Jerman

43. Fajita, Meksiko

44. Laksa, Singapura

45. Roti prata, Singapura

46. Maple syrup, Kanada

47. Fettucini alfredo, Italia

48. Parma ham, Italia

49. Lechon, Filipina

50. Goi Cuon, Vietnam

10 mie instan terlezat di dunia 2017

#10: Paldo Budae Jigae Ramyun – South Korea

#10: Paldo Budae Jigae Ramyun - South Korea - The Ramen Rater - instant noodles

Here’s a new one – Budae Jigae. This dish came to be when US troops shared their rations with the locals during the Korean War. The Koreans added the hot dogs, cheese, luncheon loafd, pork and beans and macaroni to a traditional soup and boom – Budae Jigae. The noodles here are thick and chewy, the broth slightly spicy and has a nice oiliness. Augmented by a sachet of oil that smells like hot dogs and garnish which includes sausage, beans and macaroni, this is a unique and really great variety! Original review

#9: Xiao Ban Mian Shallot & Scallion Oil Noodle – Taiwan

#9: Xiao Ban Mian Shallot & Scallion Oil Noodle - Taiwan - The Ramen Rater - instant noodles

I got to see where these are made in Taiwan last year! I got to try them while there and then tried again for review and both times came to the same conclusion – they’re excellent. The noodles are plentiful and have a very nice chew. The flavor is really great – tasty and full of shallot and scallion flavor. Another example of Taiwan’s mastery of simplicity in the dry noodle genre. Original review

#8: Nissin Demae Ramen Straight Noodle Black Garlic Oil Tonkotsu Flavour Instant Noodle – Hong Kong

#8: Nissin Demae Ramen Straight Noodle Black Garlic Oil Tonkotsu Flavour Instant Noodle - Hong Kong - The Ramen Rater - instant noodles

Hong Kong’s first appearance on the annual top ten. First, these noodles are very good – nice chew and round gauge. Very impressed. Next, the broth is just perfection; a creamy pork tonkotsu broth, savory and rich, is enhanced by the addition of black garlic oil. Original review

#7: Nyor Nyar Penang White Curry Instant Noodle – Malaysia

#7: Nyor Nyar Penang White Curry Instant Noodle - Malaysia - The Ramen Rater - instant noodles

I’ve tried a lot of Penang White Curry varieties. I thought new ones had stopped cropping up a while back, and then I get to try this one and I’m just floored. This one’s perfect. Excellent plump noodles and a broth that’s thick and rich; with spiciness and strong flavors. Everything harmonizes together perfectly. Original review

#6: Prima Taste Singapore Curry Wholegrain La Mian – Singapore

#6: Prima Taste Singapore Curry Wholegrain La Mian - Singapore - The Ramen Rater - instant noodles

The original Curry La Mian made its debut on the 2013 list. In 2016, the Wholegrain version entered into the list – and with good reason. The noodles are hearty and have a kind of rustic, artisan mouth feel. They are perfect for the broth – a thick lavish curry which come from a huge sachet of paste and is made wonderful with lots of coconut milk powder. Original review

#5: MyKuali Penang Red Tom Yum Goong Noodle – Malaysia

#5: MyKuali Penang Red Tom Yum Goong Noodle - Malaysia - The Ramen Rater - instant noodles

In short, this is exactly the same kind of flavor I experienced on the exotic resort island of Langkawi off the coast of Malaysia. The noodles are just right – great gauge and chew and perfectly plump. The broth is thick and strong. Spicy flavor, heavy on the lemongrass and lots of shrimp taste. Unique and authentic. Original review

#4: CarJEN Nyonya Curry Laksa  – Malaysia

#4: CarJEN Nyonya Curry Laksa - Malaysia - The Ramen Rater - instant noodles

I have had the fortune to know this variety for three years and it’s been on the list for 3 years. Why? Well, the noodles are very good – they look like your basic instant but they really have a nice feel and chew. The broth comes from a curry pasta, coconut powder and a special dipping sauce. You can put the sauce in a spoon and dip it into the broth (or you can just put it all in). Creamy and rich – this is excellence. Original review

#3: Nissin Straits Kitchen/Straits Reborn Laksa – Singapore

#3: Nissin Straits Kitchen/Straits Reborn Laksa - Singapore - The Ramen Rater - instant noodles

Why the two names? Well, Nissin Singapore just changed the name from Kitchen to Reborn. This one’s great – extra nice noodles in here. Also, a very rich, strong broth. Finally, there’s the sachet of laksa leaf which you can sprinkle on top to add a savory finish. Original review

#2: MyKuali Penang Spicy Prawn Soup Noodle – Malaysia

#3: Nissin Straits Kitchen/Straits Reborn Laksa - Singapore - The Ramen Rater - instant noodles

This one used to be called Hokkien Prawn Noodle. This is a dive into prawn land to be sure. First off the noodles are the same MyKuali has had in all their varieties – just perfect. The broth here is oily, thick and exploding with prawn flavor. It’s very sweet and has a great level of spiciness. To top it off (quite literally), a sachet of the best fried onions in any instant I’ve tried add a savory crunch to the bowl. Beautiful and delicious . Original review

#1: Prima Taste Singapore Laksa Wholegrain La Mian – Singapore

#1: Prima Taste Singapore Laksa Wholegrain La Mian - Singapore - The Ramen Rater - instant noodles

For the second year in a row, Prima Taste leads the pack with their Wholegrain La Mian. Their regular non-wholegrain version was #1 in 2013. The wholegrain noodle has vaulted it up high – Really high. The noodle has a hearty chew and texture I love. The broth is a harmony is paste and coconut milk powder that has great taste and richness. It all comes together in a crescendo is flavor and texture which is masterfully delivered. Original review

Cara bikin Restoran Lebih Laris

Ketika memasuki sebuah rumah makan, kamu pasti sudah punya bayangan makanan atau menu tertentu. Namun, mungkin pula kamu akan terbuka pada saran dari orang lain soal penentuan makanan.

Hal tersebut merupakan kesempatan yang dicari para peracik dan konsultan menu. Di balik layar, bahkan sebelum kamu memikirkan makan malam, mereka sudah memikirkannya terlebih dahulu, mereka memikirkan caramu memilih makanan yang akan kamu makan.

Bila saat ini kamu juga bisnis yang sama, ada jurus-jurus yang bisa kamu tiru untuk membuat pelangganmu mau mengeluarkan uang lebih banyak ketika datang ke rumah makan milikmu.

Tak memperlihatkan harga

Informasi mengenai harga merupakan hal utama yang harus dihindari sebuah rumah makan dalam menunya. Sebab, hal ini akan mengingatkan para konsumen bahwa mereka akan mengeluarkan uang untuk makan.

Menurut hasil riset Cornell University School of Hotel Administration, konsumen yang diberi menu tanpa harga mau mengeluarkan uang jauh lebih banyak ketimbang menu yang dilengkapi informasi harga.

Angka yang ganjil

Para perancang menu selalu mematok harga secara genap. Misalnya, jangan memberi harga ganjil seperti Rp20.900. Sebaiknya ubah menjadi Rp20.500, karena harga tersebut terkesan jauh lebih ‘bersahabat’ dan tak menyorot nilai dari makanan, melainkan kualitasnya.

Selain itu, tak membuat harga aneh juga akan membuat proses perhitungan menjadi lebih sederhana dan langsung pada intinya.

Bahasa deskriptif

Para peneliti dari Cornell University mengungkap, makanan yang digambarkan dengan cara yang lebih indah akan lebih menggoda konsumen. Menurut riset lanjutan dari University of Illinois at Urbana-Champaign, label menu deskriptif mampu mendongkrak penjualan sebesar 27%.

Menurut laporan NBC, perancang menu Greg Rapp memberi contoh penulisan ‘Maryland Style Crab Cakes’. Makanan ini dijelaskan dengan ‘dibuat dengan tangan, dengan daging kepiting jumbo, sentuhan mayonais, bumbu rahasia racikan sendiri, dan taburan yang memperkaya makanan’.

Penjelasan tersebut ternyata mampu memberi pengalaman sensorik pada pembaca dan membuat konsumen lebih puas setelah menyantap makanan.

Setelah mengetahui jurus untuk menyusun menu, harga dan bahasa yang bisa kamu gunakan ketika membuat menu, masih ada beberapa jurus yang bisa kamu gunakan lagi.

Hubungkan makanan dengan keluarga

Konsumen ternyata tertarik pada nama-nama keluarga, misalnya orang tua atau kakek-nenek, pada menu. Misalnya, orang punya kecenderungan untuk membeli makanan dengan label ‘Masakan Nenek’ atau biskuit buatan rumah atau ‘Kedai Bibi Dini’.

Cara tersebut bisa memberi kesan nostalgia.

Gunakan istilah makanan etnis

Menurut psikolog eksperimental Oxford Charles Spence, label etnis seperti nama Jawa, Sunda atau lainnya mampu menarik perhatian pada menu tertentu dan mengeluarkan rasa dan tekstur tertentu.

Visual menyolok

Ketika nama makanan ditulis secara menyolok dan didaftar secara berwarna warni atau menggunakan huruf yang unik disertai foto, hal tersebut akan membuat menu tertentu tampak lebih menarik.

Namun, rumah makan kelas atas biasanya cenderung menghindari strategi ini karena mampu membuat menu tampak kaku.

Gunakan barang mahal untuk menarik perhatian konsumen

Menurut Rapp, rumah makan kerap menggunakan makanan sangat mahal sebagai pancingan. “Kamu mungkin tak akan membelinya, namun kamu akan menemukan sesuatu yang lebih murah dan itu akan tampak lebih masuk akal,” katanya.

Perancang menu William Poundstone mengungkap, tujuan utama makanan berharga paling mahal dalam sebuah menu adalah untuk membuat segala sesuatu di dekatnya tampak lebih masuk akal.

Tawarkan makanan dalam dua ukuran porsi

Strategi ini dikenal dengan bracketing. Konsumen tak tahu seberapa lebih kecil porsi kecil, jadi mereka berasumsi bahwa porsi lebih kecil punya harga lebih murah.

Apa yang mereka tak sadari adalah, rumah makan sebenarnya memang ingin menjual porsi lebih kecil dengan harga lebih murah dan menggunakan porsi lebih besar dengan harga lebih mahal sebagai perbandingan saja.

Analisis pada pola baca konsumen

Cara baca konsumen ternyata bisa menjadi bahan untuk menentukan menu. Hasil riset di Korea, sepertiga responden cenderung memesan makanan pertama yang berhasil menarik perhatian mereka.

Hasilnya, rumah makan akan menempatkan masakan paling laris di sisi kanan atas. Alasannya, sisi tersebut merupakan tempat pertama orang melihat.

Sebagai tambahan, jangan lupa untuk membangun suasana dengan memainkan musik klasik, cara ini mampu membuat konsumen mengeluarkan uang lebih untuk makan.

Selamat mencoba.