Survival Kit Bencana Alam

SURVIVAL KIT

Yuk, mulai bikin survival kit supaya kita dan keluarga lebih siap menghadapi bencana. Ini survival kit saya, dalam gambar (mulai dari kucing, searah jarum jam):

1. copy dokumen2 penting (KTP, KK, ijazah, surat nikah, buku rekening, wasiat)
2. Sarung tangan untuk penyelamatan darurat
3. Emergency blanket (untuk korban trauma, maupun untuk sinyal SOS)
4. Cable tie (banyak sekali kegunaannya untuk mengikat2, mulai dari bikin tenda sampai menstabilkan korban patah tulang)
5. Terpal ringan dan talinya, bisa dijadikan tenda maupun alas duduk
6. Kantung waterproof (drybag)/ransel kapasitas minimal 15L untuk menyimpan semuanya, sebaiknya berwarna terang
7. Kapak/golok untuk upaya penyelamatan, kayu bakar, maupun membela diri dari hewan liar/lapar
8. Peluit (sebaiknya yang multiguna, ada kompas, lensa api)
9. Fire steel/besi pembuat api (perlu belajar pemakaiannya). Korek api biasa sulit diandalkan.
10. Utility knife (pisau serbaguna)
11. Filter air (ini mahal tapi PENTING sekali. Sulit mencari air bersih saat banjir, tsunami, gempa. Toh satu filter bisa menyaring ribuan liter air jadi siap minum).
12. Wadah air collapsible (bisa dilipat) minimal 5L
13. Powerbank kapasitas besar dan kabelnya
14. Headlamp/senter dan batere cadangannya
15. Lampu penerangan tenaga matahari (PV) dan/atau lilin (berguna juga untuk membuat api unggun)
16. Alat kebersihan: sikat gigi, handuk/kanebo (badan basah berisiko hipotermia), sabun, hand sanitizer
17. Obat-obatan dengan fokus pada 3 hal: pengobat luka luar (perban, antiseptik, plester), obat diare (oralit, norit) serta pengusir nyamuk di ruang terbuka (risiko malaria/DB).

Yang belum ada: makanan untuk 4 hari (disesuaikan jumlah keluarga, termasuk hewan peliharaan). Ransum surplus militer sangat ideal sebenarnya, tapi dapetnya susah. Bisa diganti sereal, kornet, atau makanan kalengan lain yang padat energi dan mudah disiapkan (selamat tinggal mi instan).

(EDIT 1: sedia 2 stel pakaian juga per orang, terutama jaket untuk daerah dingin, atau pakaian cepat kering untuk daerah panas. Juga PENTING: personal higiene seperti pembalut).

Terakhir, survival kit ini diletakkan di dekat pintu utama/emergency exit atau jika rumahnya luas, di beberapa titik yang dirasa perlu (kolong ranjang, sofa ruang keluarga, dll). Jangan lupa mengecek ulang beberapa elemennya setidaknya 3 bulan sekali: powerbank dicas ulang, lampu2 dicek, obat/makanan yang kadaluwarsa diganti.
.