10 Desainer Muda Cari Pengakuan Dunia Lewat Fashion Forward

RODERICK ADRIAN MOZES Model memperagakan busana rancangan Tex Saverio dalam acara Jakarta Fashion Week (JFW) 2014 di Senayan City, Jakarta, Sabtu (19/10/2013). Sebanyak 240 desainer dan fashion label ambil bagian dalam acara yang berlangsung hingga 25 Oktober ini.

Program Indonesia Fashion Forward kembali menciptakan generasi desainer berbakat yang siap menembus pasar Asia dan Eropa. Pada 2014, generasi ketiga Fashion Forward, berjumlah 10 desainer yang siap berbisnis fashion dan berani membawa nama Indonesia sebagai merek dagangnya, mendapatkan kesempatan belajar bersama pakar dari Center for Fashion Enterprise (CFE), London.

Satu tahun penuh para pakar fashion dari CFE tersebut menjadi mentor para desainer muda ini. Tujuannya agar desainer berbakat dari Indonesia lebih memahami aspek penting menjalani bisnis fashion antara lain perencanaan bisnis, finansial, hukum, pembiayaan dan penentuan harga, strategi penjualan, pemasaran dan humas.

Berbekal pengalaman ditambah pengetahuan dari pakar inilah, para desainer muda Indonesia diharapkan bisa berkembang pesat dengan brandnya dan membawa nama Indonesia di industri fashion dunia dengan karya terbaik mereka.

Para desainer Indonesia Fashion Forward 2014 adalah Patrick Owen, Sapto Djojokartiko, Jii by Gloria Agatha, Restu Anggraini, Tertia, F Budi, Monstore, Rosalyn Citta, Billy Tjong, Anditta Siswandi, Norma Moi, dan Peggy Hartanto.

Mereka telah memulai perjalanan Fashion Forward di awal tahun ini dengan membuka wawasan mengenai strategi pengembangan infrastruktur bisnis. Pada tahap awal ini mereka juga dilatih mempertajam kreativitas. Tahapan berikutnya, pada Mei 2014, para desainer yang berpengalaman di panggung mode ternama Indonesia ini akan belajar mengidentifikasi masalah dan solusi yang menghambat perkembangan bisnis mereka.

Berbagai tahapan yang para desainer ini lalui merupakan langkah mempersiapkan kematangan brand fashion Indonesia untuk mendapatkan pengakuan dunia. Satu kesempatan yang ditunggu-tunggu adalah menampilkan karya mereka di department store atau trade show terkemuka di luar negeri.

Program Indonesia Fashion Forward (IFF) yang merupakan kerjasama Jakarta Fashion Week dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI dan British Council, telah melahirkan dua generasi desainer yang mendapatkan pengakuan dunia dengan karyanya. Harapannya generasi ketiga ini mampu membawa imej positif dan pengakuan yang lebih baik dari industri fashion skala internasional.

Suzy Menkes, Editor Vogue yang berpengalaman 25 tahun bekerja di International Herald Tribune mengaku kagum dengan karya desainer IFF saat melihat langsung produk fashion di Jakarta. Svida Alisjahbana, Ketua Umum Jakarta Fashion Week juga mengatakan batik rancangan desainer Indonesia mendapat ulasan di sebuah jurnal industri fashion dunia.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu juga berharap program ini kembali mendulang sukses.

“Kita harap mereka yang masuk program tahun ini bisa mengulangi sukses peserta tahun sebelumnya dan menjadi kekuatan generasi baru bidang fashion,” kata Mari Elka saat membuka workshop IFF 2014 di Jakarta, Rabu (21/5/2014).

Desainer Indonesia yang sukses mengikuti program IFF dua tahun sebelumnya antara lain Major Minor, Tex Saverio, Toton, Yosafat Dwi Kurniawan, Vinora, Nur Zahra, Jenahara, Monday to Sunday. Sebagian dari mereka berhasil masuk di panggung fashion kelas dunia, misalnya Tex Saverio di Paris Fashion Week. Sebagian desainer, kreasinya juga tersedia di department store kelas internasional seperti Harvey Nichols.

Workshop untuk para desainer ini berlangsung di Gedung Sapta Pesona Kemenparekraf Jakarta, sebagai rangkaian program Jakarta Fashion Week 2015. JFW 2015 akan berlangsung di Senayan City Jakarta, 1-7 November 2014.

Leave a Reply