GetHunted, startup yang melelang talenta Anda untuk diperebutkan oleh perusahaan di Indonesia

Perkembangan teknologi khususnya startup di Indonesia bisa dibilang sedang mengalami masa keemasan. Hal ini dibuktikan dengan semakin banyaknya startup baru yang bermunculan dari berbagai macam ranah. Kondisi ini tentunya memicu satu masalah baru. Bagaimana startup-startup atau perusahaan teknologi ini mencari talenta dengan kualitas A?

Sebuah startup baru muncul untuk menjawab pertanyaan ini. Adalah GetHunted yang memungkinkan para pencari kerja untuk mempunyai kendali atas siapa yang berhak merekrut mereka. Kevin Kang selaku founder GetHunted mengutarakan:

“Secara singkat, dapat dikatakan bahwa kami membalikkan proses rekrutmen dari yang asalnya perusahaan memasang iklan dan menunggu kandidat untuk mendaftar menjadi kandidat yang berbakat kami “pasang”, dan kemudian kami mengundang perusahaan untuk secara aktif “berburu” di dalam platform kami.”

Pihak GetHunted tidak semudah itu “mengiklankan” sebuah talenta. Ada sebuah proses yang dinamakan proses Curation yang melewati dua tahapan.

Tahap pertama adalah kurasi internal dari GetHunted (termasuk penyaringan, wawancara, pemeriksaan latar belakang, dan pemeriksaan kepribadian). Tahap kedua adalah penyaringan dari Technical Curator atau seorang ahli yang mempunyai pengalaman lebih dari tiga tahun di bidang talenta yang bersangkutan.

Tahap kedua ini sekaligus memberi sebuah rekomendasi atau seal of approval dari kurator yang berpengalaman sehingga memberi jaminan lebih bagi calon perekrut kandidat tersebut.

Setelah kandidat melewati kedua tahapan ini, GetHunted melakukan sebuah showcase dengan waktu yang terbatas yang seringkali dapat berubah menjadi sebuah pelelangan ketika ada beberapa perusahaan yang berminat terhadap satu kandidat yang sama. Hal ini juga secara tidak langsung membantu perusahaan agar mampu mencari calon tenaga kerja yang mumpuni secara cepat tanpa harus melewati beberapa proses dasar, seperti pemeriksaan latar belakang dan faktor lain yang telah disebutkan di atas. Bagi kandidat yang belum direkrut akan disertakan pada showcase selanjutnya.

Hingga saat ini, GetHunted masih beroperasi secara bootstrap dan belum menghasilkan uang. Startup ini akan melakukan monetisasi menggunakan model freemium dimana perusahaan dan kandidat dapat dengan gratis masuk ke dalam showcase. Nantinya, perusahaan akan membayar jika ada kandidat yang cocok serta berhasil direkrut. Namun sayang, Kevin belum bisa mengungkapkan biaya yang akan mereka kenakan untuk perusahaan yang sudah menemukan talenta A mereka di platform ini.

Untuk sementara, GetHunted hanya beroperasi di Jakarta dan akan melanjutkan ekspansi ke beberapa kota besar di Indonesia, lalu ke ASEAN.

Di Indonesia sendiri, GetHunted bersaing secara tidak langsung dengan JobStreet, JobsDB, dan KerjaDulu. Namun ketiga platform tersebut belum menyediakan metode kurasi seperti yang dimiliki oleh GetHunted. Di luar negeri, konsep GetHunted sudah terlebih dahulu digunakan oleh Hired.

Startup yang diluncurkan pada tanggal 20 November kemarin ini juga mendirikan booth startup di ajang Startup Asia Jakarta 2014. Sebulan berjalan, GetHunted kini sudah memiliki 228 kandidat terdaftar dan 11 perusahaan teknologi yang giat mencari para talenta. Kevin Kang (kiri) di depan booth GetHunted pada acara Startup Asia Jakarta 2014

Showcase pertama mereka akan berakhir pada akhir bulan Desember ini dan Kevin sangat bersemangat untuk menyambut tahun 2015. “Semua orang tahu bahwa pada tahun 2015 kita akan mendekati era ASEAN Community dimana setiap orang yang mempunyai kemampuan mampu bekerja di mana saja di pasar ASEAN, dan dalam hal tenaga kerja, kami ingin membantu melewati batasan tersebut,” tutup Kevin. (Diedit oleh Lina Noviandari)
Baca juga: GetHunted, startup yang melelang talenta Anda untuk diperebutkan oleh perusahaan di Indonesia http://id.techinasia.com/gethunted-lelang-bakat-pencari-pekerjaan/

Leave a Reply