Kepemilikan & Penguasaan Benda

Pemilik barang:

1.  barang bukan milik siapa pun;

2. barang milik negara (bisa satu negara atau lebih)

3. barang milik persekutuan (bisa satu lembaga atau lebih)

4. barang milik perorangan (bisa satu atau lebih).

Barang milik Negara:

  1. Pekarangan/barang tak bergerak lainnya yang tidak dipelihara dan tidak ada pemiliknya, misal barang milik seseorang yang meninggal dunia tanpa ahli waris atau yang pewarisannya ditinggalkan, adalah milik negara.
  2. Jalan dan lorong yang menjadi beban pemeliharaannya,
  3. Pantai bengawan
  4. Sungai yang dapat dilalui perahu tambang beserta tepinya
  5. Pulau besar
  6. Pulau kecil
  7. Beting yang muncul di atas bengawan/sungai
  8. Pelabuhan/tempat mendarat, tanpa mengurangi hak seseorang/persekutuan
  9. tanah, kayu, tanaman, alat-alat pertahanan (miilter) dalam bangunan benteng/pertahanan negara

Penguasaan atas barang (besit):

Seseorang dapat menguasai barang milik orang lain. Penguasaan ini bisa dengan itikad baik atau itikad buruk. Pada prinsipnya siapa saja yang menyatakan mempunyai hak atas barang orang lain, harus membuktikan-nya. Sebaliknya sang pemilik barang berhak menuntut siapa pun yang menguasai barangnya itu supaya mengembalikannya dalam keadaan seperti awal barang itu.

Jika yang menguasai barang beritikad baik, maka hak dan kewajibannya adalah sebagai berikut:

Hak:

  1. semua hasil yang telah dinikmatinya dari barang tersebut, sampai pada hari ia digugat.
  2. menuntut biaya yang telah dikeluarkan sebatas guna menyelamatkan/demi kepentingan barang itu.
  3. menguasai barang yang diminta kembali itu selama belum dapat penggantian biaya di atas.

Kewajiban:

Mengembalikan kepada pemilik hasil yang dinikmatinya sejak ía digugat, setelah dikurangi biaya untuk memperolehnya (biaya penanaman, pembenihan & pengolahan tanah).

Sebaliknya jika penguasaan didasari itikad buruk, ia tidak mendapat perlindungan hukum, ia berkewajiban:

  1. mengembalikan barang itu beserta seluruh hasilnya, namun ia boleh mengurangkan dengan biaya yang telah dikeluarkan sebatas guna menyelamatkan/demi kepentingan barang itu dan biaya yang telah dikeluarkan guna memperoleh hasil itu (biaya penanaman, pembenihan & pengolahan tanah).
  2. mengganti segala biaya, kerugian dan bunga
  3. membayar harga barang bila ia tidak dapat mengembalikan barang itu. (kecuali ia bisa membuktikan bahwa barang itu akan lenyap juga jika dikuasai pemiliknya).
  4. Jika penguasaan barang tersebut dengan kekerasan maka ia sama sekali tidak berhak mendapat penggantian biaya apapun juga.

Barang curian/barang temuan: jika seseorang menguasai barang hasil curian atau menemukan barang dan kemudian pemiliknya meminta barang itu kembali, maka si pemilik barang tidak berkewajiban memberi penggantian uang kepada orang itu.

Leave a Reply