Masalah anak dalam Belajar

Masalahnya

Anak Selalu gelisah, tidak bisa duduk diam

Apa yang anda inginkan dari dia?

Saya ingin dia mendengarkan sungguh2x ketika sebuah cerita sedang dibacakan.

Salah Satu Cara

Ben dia pilihan, duduk di lantai atau bebas bergerak dengan tertib, asal­kan ia tidak mengganggu perhatian anak-anak yang ada di sekitarnya. Biarkan dia bertanggung jawab untuk menceritakan kembali dengan baik tema atau kejadian-kejadian yang ada dalam cerita itu.

Apa yang Anda Inginkan dari Dia?

Saya ingin dia memahami konsep yang diajarkan oleh guru/orang tua.

Salah Satu Cara

Mintalah dia menjelaskan sejauh mana pemahamannya mengenai konsep itu kepada orang tua, guru atau teman sekelas, secara lisan atau ter­tulis.

Apa yang Anda Inginkan dari Dia?

Saya ingin dia mengikuti petunjuk/penjelasan lisan.

Salah Satu Cara

Mintalah dia mengulang apa yang telah didengar untuk mengecek sejauh mana ia memahami penjelasan tersebut.

Apa yang Anda Inginkan dari Dia?

Saya ingin dia tidak mengganggu perhatian anak-anak lain di selcitarnya.

Salah Satu Cara

Tantang dia untuk menemukan cara-cara kreatif dalam bergerak tanpa mengganggu siapa pun. Misalnya, bisakah ia mencoret-coret, membuat catatan dan menggerak-gerakkan kakinya tanpa menirnbullcan suara yang mengganggu?

Penyatuan Ketiga Cara Tadi

Seorang guru SD menemukan betapa banyak perbedaan yang terlihat kalau ia hanya menetapkan hasil akhir sebagai sesuatu yang paling penting. Ia sudah kewalahan menghadapi perilaku seorang anak lelaki yang keras kepala dan tidak pemah diam. Anak ini tidak mau duduk sewaktu seluruh siswa mendengarkan cerita yang sedang dibacakan. Di tengah-tengah rasa frustrasinya, ibu guru itu merenung sejenak dan bertanya pada din sendiri, “Apa sebetulnya yang paling penting? Apa yang saya inginkan dan dia? Apa saya ingin agar dia duduk di kursi atau saya ingin dia mendengarkan cerita?” Lalu ia memberi anak didiknya itu suatu pilihan lain: sejauh ia mau mendengarkan guru dan tidak mengganggu teman-temannya, ia bebas berkeliaran di dalam kelas Yang mengherankan, anak itu langsung patuh. Ia memilih duduk di lantai di belakang kelas dan menaruh perhatian dengan sungguh-sungguh.

 

Masalahnya

Anak tidak mau menyelesaikan tugas/ulangan, dan sebagainya.

Apa yang Anda Inginkan dari Dia?

Saya ingin dia menyelesaikan apa yang ia sudah kerjakan. Salah Satu Cara

Bantulah dia untuk membagi tugas menjadi beberapa bagian agar lebih mudah dikerjakan. Jangan memaksa dia untuk menyelesaikan seluruh tugas sekaligus. Yang penting, dia bertanggung jawab untuk menye­lesaikan semua bagian.

Apa yang Anda inginkan dari Dia?

Saya ingin dia membuktikan bahwa dia mengetahui materi tes. Salah Satu Cara

Tantanglah dia, jika ia berhasil mendapat angka minimum (92 ke atas) untuk setiap tes, ia boleh mengerjakan PR yang dirasa perlu saja se­kadar untuk menguasai materinya.

Penyatuan Kedua Cara Tadi

Sarah murid kelas 5 SD yang mudah belajar dan pandai. Sesudah selama satu semester pertama is mendapat nilai baik dalam matematika, tiba-tiba ia tidak ingin mengerjakan PR matematikanya. Guru maupun orang tuanya menjadi prihatin. Nilai PR merupakan bagian penting untuk menentukan nilai semester, sehingga angka-angkanya yang tadinya sangat baik kini mulai menurun.

Saya diundang untuk berbicara dengan Sarah untuk mencari apa yang menjadi penyebab perubahan perilakunya yang mendadak ini. Saya juga diminta untuk memotivasinya agar kembali mengerjakan PR-nya. Dalam waktu singkat Sarah mengungkapkan mengapa ia tidak mengerjakan PR itu.

“Terlalu membosankan,” jelasnya dengan sederhana. “Saya tidak suka membuat 20 soal kalau lima soal saja saya sudah bisa mengerja­kannya. Saya pikir tidak ada gunanya-repot-repot menjawab semua.”

“Apa kamu bisa mengerjakan semua soal tanpa kesulitan?” tanya saya.

“Pasti,” jawabnya. “Semua angka tes saya selalu A.”

Sesudah berdiskusi dengan Sarah, orang tuanya dan gurunya, kami menemukan suatu cara pemecahan yang jitu. Sarah bersedia mengerjakan sedikitnya separuh dari PR-nya setiap malam. Jika nilai tesnya 92 ke atas, maka nilai PR-nya dianggap 100. Jika tesnya kurang dan 92, Sarah bersedia mengerjakan seluruh PR yang dianggap perlu oleh gurunya.

Sarah melakukan bagiannya dalam perjanjian itu. Selama beberapa malam PR yang dikerjakannya lebih dari separuh, karena sekarang ia tahu bahwa ia hanya perlu mengerjakan apa yang ia perlukan supaya menguasai materinya. Sepanjang sisa semester tahun itu, ia tidak pernah mendapat angka di bawah 92 setiap tes matematika.

Masalahnya

Anak tidak mau mengerjakan satu tugas lebih dari beberapa menit

Apa yang Anda Inginkan dari Dia?

Saya ingin dia terfokus pada satu hal pada waktu itu juga.

Salah Satu Cara

Berilah dia beberapa pilihan.Tentukan apa yang perlu diketjakan, kemu­dian tawarkan satu atau dua cara untuk mengerjakannya. Biarkan dia mengganti caranya di saat mengerjakannya jika itu yang diinginkan, dan biarkan dia bergerak sebebas mungkin. Desak dia untuk mengerjakan satu hal pada waktu itu juga, sekali pun ia cepat beralih dan satu tugas ke tugas lain. Tolong dia untuk mengenali metode apa yang ia gunakan setiap waktu ia mengubah arah.

Apa yang Anda Inginkan dari Dia?

Saya ingin dia mengerjakan tugas dengan cara saya!

Salah Satu Cara

Sebagai orang tua, kita harus mengakui bahwa terkadang jauh lebih mudah bagi kita jika anak-anak mengikuti cara kita. Cobalah untuk menjelaskan kepada anak Anda mengapa menurut Anda cara yang Anda gunakan itu baik. Selanjutnya biarkan anak mencoba cara lain selama ia dapat membuktikan caranya akan mencapai sasaran yang sama. Bagian yang paling sulit dan saran ini adalah kesabaran dan toleransi Anda untuk membiarkan anak Anda mencoba berbagai cara lain!

Penyatuan Kedua Cara Tadi

Saya menerima sepucuk surat beberapa tahun silam dan seorang ibu yang menghadiri salah satu seminar saya. Isinya tetap menjadi favorit saya karena menggambarkan tentang seorang ibu yang melihat betapa pentingnya untuk membiarkan putranya memilih caranya sendiri dalam meraih sasaran. Ibu tersebut menulis demikian:

Pengetahuan tentang adanya gaya belajar mengubah hidup kami. Saya berupaya membuat Dan berhasil dalam segi kreativitas. Kami memiliki sebidang ladang kecil dan di situ ada ladang milik Dan yang luasnya kurang lebih 24 m2. Selama empat tahun ia merawat ladangnya dengan menggerutu. Tanahnya diairi dengan menggunakan selang semprotan air. Memang melelahkan, dan ini juga yang senantiasa dikatakan Dan. Saya anjurkan agar dia mencari pemecahan untuk masalah pengairan itu. Saya dorong dia untuk membuat daftar berisi lima buah cara yang dianggap lebih baik. Ia tinggal “menjual” kepada saya apa yang nanti dipilihnya. Kami mempunyai dua buah rumah kaca (7,5m x 15m) yang tidak terpakai lagi. Untuk menyirami ladangnya ia ingin menggunakan selang plastik yang ada di rumah kaca tersebut. Menurut saya, ini gagasan yang menarik, karena (a) tidak perlu mem­beli selang baru dan (b) seluruh ladang akan terkena semprotan secara bertahap, atau sekaligus. Saya menyarankan agar ia menguji coba be­berapa selang maupun penyemprot berulang kali untuk mengetahui kapasitas pompanya. Ia baru berusia 11 tahun. Ia menuruti saran saya dan mencobanya selama seminggu.

Sepanjang minggu itu ia menunjukkan tekad dan kesungguhan yang luar biasa. Ia pun mengatakan bahwa ia tidak mau diganggu. Sebanyak enam kali ia menggunakan selang yang pasti juga akan saya gunakan. Saya yakin, ia memakai setiap pipa T, pipa penyambung, sumbat dan klem yang ada di sana. Semuanya dikerjakan tanpa bantuan siapa pun, dan seluruh ladang mendapat siraman air sebanyak tiga kali putaran. Pada putaran kedua, alur semprotan air membentuk abjad nama­nya. Betapa uniknya sistem pengairan karya Dan, seunik dirinya!

Jangan terperangkap dalam pikiran bahwa anak Anda cerdas dan berhasil hanya jika ia sukses di kelas Banyak cara untuk menradi cerdas. Jika Anda sebagai orang tua sanggup menolong anak Anda untuk menemukan sisi-sisi kecerdasannya dan kemudian mendayagunakan kecerdasan itu, Anda menolongnya membangun kepercayaan diri serta kemampuannya lebih dari yang dapat Anda bayangkan. Bahkan sekali­pun Anda percaya bahwa anak Anda memiliki ketidakmampuan atau suatu kelainan belajar, Anda bisa dengan cepat memperbanyak ke­sempatan untuk berhasil dengan menentukan kelebihan-kelebihan alaminya. Selain itu, Anda juga bisa melihat bebagai macam frustrasi serta kesulitan yang disebabkan oleh perbedaan gaya belajar dan karena problem fisik atau emosional yang sebenarnya.

David, 15 tahun, tampil sebagai anak pemberontak dan pemarah. Orang tuanya sudah tidak tahu lagi apa yang harus dilakukan. Mereka berdiskusi dengan sejumlah guru, berkonsultasi dengan psikolog, pakar medis dan berdoa bersama hamba-hamba Tuhan. Mereka sudah me­nerapkan hukuman, memberi hadiah kalau anaknya patuh, berbincang-­bincang dengan dia, mengancam dan memberi ultimatum. David tidak memperlihatkan perubahan yang baik, sebaliknya ia makin sukar diatur. Ketika untuk ketiga kalinya dalam waktu enam bulan ia melarikan diri dan tertangkap basah sedang mencuri, orang tuanya sudah siap untuk mengambil tindakan tegas. Mereka sudah bermaksud memaksa dia (mau tidak mau) untuk tinggal di lembaga rehabilisasi remaja di mana ia akan dikurung selama 24 jam sehari. Di sana ia harus men­jalani program ala militer yang dirancang untuk menanamkan perilaku yang terpuji dan wajar melalui disiplin otoriter yang ketat.

Tepat sebelum David harus membuat komitmen, orang tuanya menghadiri seminar mengenai gaya belajar yang saya selenggarakan. Ketika mendengar ulasan tentang gaya Random Konkret dari anak yang keras kepala, mereka segera tahu bahwa putra mereka termasuk tipe ini. Sementara mereka menemukan bagaimana pola bekerjanya pikiran RK dan mulai memahami strategi-strategi untuk memotivasi dan mendisplin anak RK, pendekatan yang mereka terapkan pada David mulai berganti haluan. Ketika pada sesi terakhir mereka berdua ditanya tentang perkembangan David, mereka membuat sebuah penga­kuan yang mengejutkan semua peserta lain.

“Tadi malam kami minta David memaafkan kami.” Selanjutnya, “Kami menyesal karena telah mengabaikan keberadaannya. Kami tidak menyesal karena ia tidak mencapai hasil yang kami harapkan. Tetapi kami sadar bahwa seharusnya kami bisa mengatasi banyak situasi dengan pendekatan yang menghargai pola pemikirannya. Kami seharusnya dapat menolong David agar ia tahu betapa berharganya dia sebagai anggota keluarga kami.”

Di hari-hari dan minggu-minggu berikutnya, suami istri itu ber­bincang-bincang dengan anak mereka tentang inti persoalan, sasaran akhir dan konsekuensinya. Kemudian mereka memberi kesempatan agar David memberitahukan kepada mereka apa yang ia sukai dan apa yang tidak is sukai. Dengan pertolongan seorang konselor yang penuh pengertian, mereka memulai suatu proses penyembuhan yang menyatukan keluarga itu kembali.

David menyadari bahwa masih ada harga yang harus dibayar untuk pemberontakan serta perilaku kriminalnya. Walaupun lembaga re­habilitasi itu merupakan program yang efektif untuk beberapa gaya belajar, orang tua David melihat bahwa pendekatan yang diterapkan di sana lebih banyak memberi dampak sebaliknya terhadap gaya belajar David. Dengan masukan dan David yang didukung oleh pertolongan konselor, mereka menemukan program rehabilitasi yang cocok dengan sifat dasar RK-nya. Kemajuan memang tidak banyak dan terkadang, bahkan, cukup menyakitkan, tetapi David maupun orang tuanya yakin bahwa memahami dan menerima gaya yang berbeda menolong mereka untuk membuat keluarga itu utuh kembali.

Begitu banyak hal yang dianggap orang tua sebagai kesengajaan anak-anak untuk membuat kita frustrasi sebenarnya hanya sebuah perbedaan dalam pendekatan dan sudut pandang. Jika kita bisa belajar memahami apa yang dimaksud dengan perbedaan gaya belajar dan berapa besar yang benar-benar merupakan ketidaktaatan dan pem­bangkangan, kita akan menjadi orang tua yang jauh lebih bijak.

Saya pernah memimpin seminar di sebuah retret untuk guru dan staf tempat penitipan anak. Kami membagi peserta menjadi kelompok random dan sekuensial, dan saya mengajukan pertanyaan yang sama kepada keduanya.

“Jika honor Anda tidak mungkin dinaikkan lagi, apa yang akan dilakukan organisasi Anda agar Anda tetap senang bekerja di situ?” Jawabannya hampir dengan suara bulat. “Jangan beri kami anak?anak sulit.”‘

Ketika saya minta mereka mendefinisikan “anak sulit,” perbedaan kontras antara kedua kelompok terlihat nyata. Guru-guru sekuensial menyatukan bahwa anak-anak sulit adalah mereka yang begitu random sehingga kelihatannya tidak bisa mengikuti perintah atau penjelasan sekalipun sederhana. Sikap anak-anak tipe ini dinilai spontan, tidak dapat diramalkan dan seringkali tidak teratur.

Para guru random tidak setuju dengan pendapat ini. Mereka me­ngatakan bahwa anak-anak sulit adalah anak-anak yang lebih sekuensial. Mereka suka memilih dan rewel, ketat dengan aturan dan tidak pernah terlihat “santai.” Anak-anak sekuensial ini menuntut jadwal yang sudah dapat diterka dan cepat memperhatikan sesuatu hingga ke hal yang detil.

Akhimya, kami semua tiba pada satu kesimpulan penting yang sama. Tidak ada yang dengan pasti bisa dinamakan “anak sulit.” Anak yang paling sulit adalah anak yang tidak berpikir seperti kita!

 

 

 

 

Berkomunikasi Dengan Guru Anak Anda:

Sebuah Profil Pelajar (Versi Prasekolah)

Yang berikut adalah berdasarkan informasi dari buku Cara Mereka Belajar (The Way They Learn) oleh Cynthia Ulrich Tobias, diterbitkan oleh Fokus Pada Keluarga. Profil ini disusun untuk menjadi pedoman bagi para orang tua dalam menerangkan kekuatan dan preferensi tiap­tiap anak kepada seorang guru. Bahan ini bebas copyright  supaya Anda dapat mendistribusikannya untuk digunakan oleh perorangan dan kelompok kecil atau kelas, tetapi tidak boleh diperjualbelikan atau digunakan secara komersial.

Ingat, Anda tidak perlu meminta perlakuan khusus untuk anak Anda, dan Anda jelas tidak menyarankan guru atau pengurus meng­kompromikan standar-standar, atau membebaskan anak Anda dari memenuhi hasil akademis yang fundamental. Anda menyampaikan apa yang Anda ketahui tentang anak Anda dan meminta wawasan guru yang bisa membantu Anda dalam menolong anak Anda mengerti, menghargai, dan menanggulangi tuntutan yang mungkin atau mungkin tidak sesuai dengan gaya belajarnya yang alami.

Hal-hal berikut ini harus Anda isi ketika Anda dengan cermat mengobservasi dan berbicara kepada anak Anda.

Nama Anak       :………………………………

Tanggal             :……………………………….

  1. I.     Preferensi Lingkungan (Bagaimana Ia Berkonsentrasi?)

Dalam satu hari, kapan anak Anda memiliki konsentrasi paling baik?

Ketika berkonsentrasi, bahkan ketika bermain, ……………………………(perlu, tidak perlu) memakan sesuatu (makanan atau minuman)

Tampak sanggup berkonsentrasi dan bermain paling baik dengan cahaya…………………..(terang, sedang, redup)

  1. II.     Modalitas (Bagaimana Ia Mengingat?)

Paling sering berhasil ketika ia dapat:

…… mengulang perkataan dengan suara kelas, atau mengubah informasi menjadi sebuah lagu atau sajak.

….. melihat gambar dari apa yang dimaksudkan, menggambar atau menggunting gambar-gambar, atau

memakai berkas-­berkas berwarna, stiker, dan sebagainya, untuk mengatur mainan atau bahan-bahan.

…… terus bergerak, sering berhenti, bekerja bersemangat dengan energi besar, sering berganti posisi.

  1. III.     Gaya Kognitif (Bagaimana Ia Berinteraksi dengan Informasi?)

Ketika mendengarkan informasi atau pengarahan, biasanya tampak (pilih satu)

………………… menangkap intisarinya, mengerti  ide pokok.

……………..  ingat rincian yang spesifik, dapat mengulang kata demi kata.

Jika dibacakan, sering (pilih satu)

…………. tidak peduli jika ceritanya disingkat atau diuraikan dengan kata-kata sendiri; cenderung

menyukai kisah-kisah yang sebagian besar mengandung minat pribadi.

……….  ingin mendengar setiap perkataan,tidak ada variasi dari cerita asli, cenderung untuk

menyukai hal-hal yang dapat menambah pengetahuan

Ketika bermain atau membuat sesuatu, biasanya (pilih satu)

……………lebih suka melakukan beberapa pekerjaan yang berlainan dalam satu proses secara bersamaan; bisa menebarkan materi ke dalam beberapa bidang pekerjaan yang berbeda.

…………lebih suka menyelesaikan satu pekerjaan dalam satu waktu; bekerja paling baik dengan sebuah jadwal yang tersusun; perlu ruang kerja yang terang dan efisien; perlu memecah­kan proyek yang besar menjadi bagian-bagian yang lebih dapat ditangani

IV. Gaya Pikiran (Bagaimana la Mengkomunikasikan Apa yang Diketahuinya?)

Berdasarkan kegiatan sehari-hari, ia lebih suka (pilih satu)

………. mempunyai orang tua atau guru yang memberi rencana dan rutinitas yang dapat diduga.

….……mengerti maksud dan tujuan serta mempunyai cukup waktu menyelesaikan kegiatan & rutinitasnya

………. mengetahui dan melakukan apa yang akan membuat setiap orang bahagia.

………..melakukan apa yang menginspirasinya saat itu.

Jika berkaitan dengan menanggapi figur-figur yang berotoritas, ia mem­butuhkan secara khusus (pilih satu)

…………..  peraturan dan harapan yang jelas dan spesifik.

………………keyakinan atas kemampuan dan posisi figur yang berotoritas.

………………………………….  peneguhan kasih dan harga diri sekalipun berbuat kesalahan.

………. …….. merasa bahwa orang yang berotoritas menghormati & menerima masukan mengenai pokok

persoalannya.

 

Kekuatan dan Preferensi

Manakah dari hal berikut ini yang termasuk kegiatan bebas yang disukai anak Anda? (pilib semua yang cocok)

………………….  Balok-balok

……………. Lego/ bahan-bahan konstruksi lain

……………………  Teka-teki (Puzzles)

……………….. Komputer

……………Buku

……………Blok abjad/permainan huruf atau kata

…………… Bak pasir

……………….. Alam/ilmu pengetahuan

……………Menggambar, mewamai, berkreasi dengan bahan-bahan seni

……………….  Bermain di luar rumah

…………… Olahraga

…………….Merenda/menjahit, merangkai manik-manik, prakarya

…………..Bermain sandiwara atau berakting

………..Bermain dengan boneka

……………Lain-lain…………………………………………………………………………………

……………………….………………………………………………………………………………

……………………….………………………………………………………………………………

Mainan Kesukaan Anak Saya .…………………………………………………………….….

……………………….………………………………………………………………………………

……………………….………………………………………………………………………………

 

Sering kali, anak saya lebih suka bermain (pilih satu)

……….. sendirian

………  dengan anak-anak lain

……….dengan orang dewasa

 

Ringkasan

 

Nama Anak   :

Tanggal         :

 

Saya menganggap yg berikut ini adalah bagian dari kekuatan anak saya yang terbesar:

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

 

Saya merasa anak saya memerlukan dorongan semangat dalam bidang-bidang berikut:

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

 

Sasaran Saya untuk tahu sekolah anak saya:

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

 

Inilah yang saya rasa paling penting untuk diketahui Anda sebagai guru tentang anak saya:

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

 

 

Berkomunikasi Dengan Guru Anak Anda:

Profil Seorang Murid

Yang berikut adalah berdasarkan informasi dan buku Cara Mereka Belajar (The Way They Learn) oleh Cynthia Ulrich Tobias, diterbitkan oleh Fokus Pada Keluarga. Profil ini dirancang untuk menjadi pedoman bagi para orang tua dalam menerangkan kekuatan dan preferensi setiap anak kepada seorang guru. Bahan ini bebas copyright supaya Anda dapat mendistribusikannya untuk digunakan oleh perorangan dan kelompok kecil atau kelas, tetapi tidak boleh diperjualbelikan atau digunakan secara komersial.

Ingat, Anda tidak perlu meminta perlakuan khusus untuk anak Anda, dan Anda jelas tidak menyarankan guru atau pengurus meng­kompromikan standar-standar, atau membebaskan anak Anda dari memenuhi hasil akademis yang fundamental. Anda menyampaikan apa yang Anda ketahui tentang anak Anda dan meminta wawasan guru yang bisa membantu Anda dalam menolong anak Anda mengerti, menghargai, dan menanggulangi tuntutan yang mungkin atau mungkin tidak sesuai dengan gaya belajamya yang alami.

Hal-hal berikut ini harus Anda isi, bila mungkin diisi oleh Anda dan anak Anda bersama-sama!

Nama    :………………………

Tanggal:……………………….

I. Preferensi Lingkungan (Bagaimana Saya Berkonsentrasi?)

Dalam satu hari, kapan saya memiliki konsentrasi paling baik?

Ketika berkonsentrasi, bahkan ketika bermain, saya…………………………(perlu, tidak perlu) memakan sesuatu (makanan atau minuman) Saya sanggup berkonsentrasi & bermain paling baik dengan cahaya….………(terang, sedang, redup)

Saya merasa nyaman jika mengerjakan pekerjaan rumah di …………………………….(di meja, lantai, tempat tidur, atau lainnya)

  1. II.            Modalitas (Bagaimana Saya Mengingat?)

Saya paling sering berhasil ketika saya dapat:

…… mengulang perkataan dengan suara keras, atau mengubah informasi menjadi sebuah lagu atau sajak.

…… melihat gambar dari apa yang dimaksudkan, menggambar atau menggunting gambar-gambar, atau

memakai berkas-­berkas berwarna, stiker, dan sebagainya, untuk mengatur mainan atau bahan-bahan.

……terus bergerak, sering berhenti, bekerja bersemangat dengan energi besar, sering berganti posisi.

 

  1. III.          Gaya Kognitif (Bagaimana Saya Berinteraksi dengan Informasi?)

Ketika mendengarkan informasi atau pengarahan, saya biasanya tampak (pilih satu)

…….menangkap intisarinya, mengerti ide pokok.

……. ingat rincian yang spesifik, dapat mengulang kata demi kata.

Ketika membaca, saya sering (pilih satu)

…….. membaca dengan cepat, melewati kata-kata yang tidak dikenal atau kata-kata ganti; cenderung

memilih subjek dan fiksi yang berkaitan dengan minat pribadi.

………membaca perlahan-lahan dan dengan sengaja, membaca setiap kata, berhenti ketika ada kata yang

tak dikenal; cen­derung memilih subjek yang meningkatkan pengetahuan, bukan bacaan ringan.

Ketika mengorganisir, saya biasanya (pilih satu)

……… bekerja dengan tumpukan daripada dengan berkas-berkas; bisa menebarkan materi pada beberapa

bidang pekerjaan; cenderung untuk menunda-nunda.

………bekerja paling baik dengan jadwal yang tersusun; perlu ruang kerja yang terang dan efisien; perlu

memecahkan proyek yang besar menjadi bagian-bagian yang lebih dapat ditangani.

IV. Gaya PikiranTM (Bagaimana Saya Mengkomunikasikan Apa yang Saya Ketahui?)

Ketika belajar (pilih satu)

…….. lebih tertarik pada fakta-fakta yang jelas daripada arti yang tersembunyi.

……. sering tertarik pada dari mana seseorang memperoleh fakta-fakta.

……. paling tertarik pada latar belakang orang yang memberi fakta-fakta.

……. kebanyakan hanya tertarik pada seberapa banyak dari fakta yang benar-benar perlu.

Berdasarkan keseharian, lebih suka (pilih satu)

……….. ….mempunyai orang tua atau guru yang memberi rencana dan rutinitas yang terduga.

……..  menyusun jadwal atau rutinitasnya sendiri.

……..  mengetahui apa yang akan membuat orang lain bahagia.

……..  melakukan apa saja yang didikte inspirasi saat itu.

 

Jika berkaitan dengan menanggapi figur-figur yang berotoritas, tampak­nya perlu secara khusus (pilih satu)

…………………  peraturan dan harapan yang jelas dan spesifik.

……………..alasan yang logis untuk prosedur-prosedur dan pedoman?pedoman.

…………………. peneguhan harga diri sekalipun membuat kesalahan.

…………….. merasakan respek timbal balik dari orang yang berotoritas dan masukan mengenai pokok

persoalan.

 

Ringkasan

Nama    :………………………..

Tanggal:………………………..

 

Berikut ini adalah apa yang aku rasa paling penting untuk diketahui oleh Ayah/Ibu tentang aku agar kalian dapat mengerti tentang diriku dan bekerja sama dengan aku:

……………………………………………………………………………………………………….

………………………………………………………………………………………………………..

……………………………………………………………………………………………………….

………………………………………………………………………………………………………..

……………………………………………………………………………………………………….

………………………………………………………………………………………………………..

……………………………………………………………………………………………………….

………………………………………………………………………………………………………..

……………………………………………………………………………………………………….

………………………………………………………………………………………………………..

 

 

 

Sebuah Profil Individual

Yang berikut adalah berdasarkan informasi dari buku Cara Mereka Belajar (The Way They Learn) oleh Cynthia Ulrich Tobias, diterbitkan oleh Fokus Pada Keluarga. Profil ini dirancang untuk menjadi suatu panduan dalam menerangkan kekuatan dan preferensi individual Anda kepada mereka yang hidup dan bekerja bersama dengan Anda. Bahan ini bebas copyright supaya Anda dapat mendistribusikannya untuk di­gunakan oleh perorangan dan kelompok kecil atau kelas, tetapi tidak boleh diperjualbelikan atau digunakan secara komersial.

Ingat, Anda tidak memakai bahan ini sebagai alasan untuk tidak me­lakukan apa yang sukar atau tidak menyenangkan. Anda hanya mem­bagikan apa yang Anda ketahui tentang gaya Anda sendiri dan mem­beri wawasan yang dapat menolong keluarga dan rekan-rekan Anda mengerti dan berkomunikasi dengan Anda lebih efektif.

Setelah Anda mengisi salah satu dari profil-profil tersebut untuk din Anda sendiri, cobalah minta seseorang yang mengenal Anda dengan baik untuk mengisi salah satu atas nama Anda. Sungguh menarik untuk melihat apakah keduanya cocok!

 

Nama :……………………………

Tanggal:……………………………

  1. I.               Preferensi Lingkungan (Bagaimana Saya Berkonsentrasi?)

Dalam satu hari, kapan saya memiliki konsentrasi paling baik?

Ketika melakukan pekerjaan saya yang terbaik, saya ……………………(perlu, tidak perlu) memakan sesuatu (makanan atau minuman). Saya sanggup berkonsentrasi paling baik dengan cahaya…………………… …………………..(terang, sedang, redup)

Saya merasa nyaman jika bekerja di …………………………………………………(di meja, lantai, bangku taman, atau lainnya).

II. Modalitas (Bagaimana Saya Mengingat?)

Saya paling sering berhasil ketika saya dapat:

……… memakai orang lain sebagai papan pemantul suara untuk membahas isu-isu atau rencana-

rencana

……. melihat sebuah gambar dan apa yang dimaksudkan, me­nuangkan sebuah gagasan dalam

sketsa, atau memakai berkas­berkas berwarna untuk mengatur bahan-bahan.

…….. bergerak terus, sering berhenti untuk beristirahat, bekerja bersemangat dengan energi besar,

sering merubah posisi.

 

  1. III.         Gaya Kognitif (Bagaimana Saya Berinteraksi dengan Informasi?)

Ketika mendengarkan informasi atau pengarahan, biasanya saya tampak (pilih satu)

………. menangkap intisarinya, mengerti ide pokok.

…………..…mengingat detil yang spesifik, mengulang sesuatu kata demi kata.

Saat membaca saya sering (pilih satu)

.. …………membaca dengan cepat, melewati kata-kata tak dikenal atau kata-kata ganti; cenderung memilih

subjek yang berkaitan dengan minat pribadi dan fiksi.

……………..membaca perlahan-lahan dan dengan sengaja, membaca setiap kata, berhenti saat ada kata

yang tak dikenal; cen­derung memilih subjek yang dapat meningkatkan penge­tahuan, tidak

banyak bacaan ringan.

Ketika mengorganisir, saya biasanya (pilih satu)

…………… bekerja dengan tumpukan daripada berkas (file); bisa menebarkan materi-materi atas beberapa

                  bidang pekerjaan; cenderung menunda sampai saat terakhir.

…………… bekerja paling baik dengan jadwal yang tersusun; perlu ruang kerja yang terang dan efisien; perlu

memecahkan proyek yang lebih besar menjadi bagian-bagian kecil yang dapat dikendalikan.

  1. IV.        Gaya Pikiranm (Bagaimana Saya Mengkomunikasikan Apa yang Saya Ketahui?)

Ketika menerima informasi Baru, saya (pilih satu)

…………… lebih tertarik pada fakta-fakta yang jelas daripada arti yang tersembunyi.

…………. sering tertarik pada dari mana seseorang memperoleh fakta-fakta.

…………… paling tertarik pada latar belakang orang yang memberi fakta-fakta.

…………… kebanyakan hanya tertarik pada seberapa banyak dan fakta yang benar-benar perlu.

Berdasarkan keseharian, saya lebih suka (pilih satu)

………  diberi rencana dart rutinitas yang terduga, harapan yang spesifik.

……… menyusun jadwal dan rutinitas saya sendiri, menangkap susunan atau struktur yang menyeluruh.
……… mengetahui apa yang akan menjaga kebahagiaan setiap orang, apa yang akan mendatangkan

keharmonisan dan pengertian.
……… melakukan apa saja yang dinspirasikan saat itu, memelihara banyak kegiatan dalam hari saya.

 

Jika berkaitan dg menanggapi figur-figur yang berotoritas, khususnya saya perlu (pilih satu)

………peraturan & harapan yang jelas & spesifik

………alasan yang logis untuk prosedur & pedomannya

………peneguhan harga diri sekalipun membuat kesalahan.

………merasakan respek terhadap satu sama lain dengna orang yang berotoritas & masukan mengenai

pokok persoalan.

 

Ringkasan

 

Nama   :…………………………

Tanggal:…………………………

 

Berikut ini adalah apa yang saya rasa paling penting untuk diketahui oleh Anda tentang saya agar dapat mengerti tentang diri saya & bekerjasama dengan saya:

……………………………………………………………………………………………………….

………………………………………………………………………………………………………..

……………………………………………………………………………………………………….

………………………………………………………………………………………………………..

……………………………………………………………………………………………………….

………………………………………………………………………………………………………..

……………………………………………………………………………………………………….

………………………………………………………………………………………………………..

Leave a Reply