Mengatasi Ejakulasi Dini

Pada dasarnya ada tiga jenis pendekatan yang dapat dilakukan untuk mengobati ejakulasi dini: (1) terapi secara fisik, (2) terapi secara psikologis, dan (3) menggunakan obat.

Terapi fisik bertujuan untuk mengkondisikan tubuh dan pikiran pria agar dapat mengendalikan ejakulasi. Terapi ini dilakukan dengan bantuan wanita, caranya sebagai berikut:

  1. Wanita melakukan masturbasi terhadap pria dengan posisi pria berbaring terlentang, sampai pria merasa ingin orgasme dan ejakulasi.
  2. Pada saat pria merasa ingin orgasme dan ejakulasi, wanita menekan penis dengan menggunakan ibu jari, telunjuk dan jari tengah selama beberapa detik untuk mencegah terjadinya ejakulasi.
  3. Wanita melakukan masturbasi terhadap pria sampai terjadi ereksi yang cukup, lalu segera memasukkannya ke dalam vagina dalam posisi wanita di atas tanpa melakukan gerakan. Bila pria merasa akan ejakulasi, wanita segera mengangkat tubuhnya dan menekan penis seperti pada langkah sebelumnya. Selanjutnya rangsangan dengan masturbasi diulang lagi, dan dilanjutkan dengan hubungan seksual seperti di atas.
  4. Dilakukan setelah beberapa hari melakukan latihan di atas. Pada langkah ini, pria boleh melakukan tekanan untuk mempertahankan ereksinya selama berhubungan seksual dengan posisi wanita di atas.
  5. Dilakukan bila pria sudah lebih mampu mengendalikan ejakulasi. Pada langkah ini pasangan dapat melakukan hubungan seksual dengan posisi samping. Kalau dengan posisi ini pria mampu menahan ejakulasi, maka hubungan seksual dapat dilakukan dalam posisi pria di atas.

Jadi inti dari terapi ejakulasi dini adalah membiasakan pria dengan ereksi dan mencegah terjadinya ejakulasi. Jika proses ini diulang terus-menerus, lama kelamaan pria akan terbiasa dan ejakulasi dini dapat dicegah.

Pendekatan kedua adalah dengan terapi secara psikologis. Sebagian kasus ejakulasi dini terjadi karena masalah psikologis, misalnya masih merasa asing dengan pasangan, kondisi pikiran/mental yang sedang stress, atau perasaan bersalah terhadap pasangan. Jika masalah psikologis ini dapat diatasi, maka kendala ejakulasi dini akan hilang dengan sendirinya. Beberapa hal seperti perasaan canggung atau kondisi stress yang diakibatkan oleh pekerjaan mungkin dapat hilang dengan sendirinya seiring dengan berjalannya waktu. Tapi sejumlah hal lain, misalnya perasaan minder atau perasaan cemas, memerlukan bantuan dari psikolog / ahli.

Pendekatan terakhir yang dapat ditempuh untuk mengatasi ejakulasi dini adalah dengan menggunakan obat. Ada dua jenis obat, yaitu obat luar dan obat dalam. Obat luar biasanya merupakan obat sejenis balsem yang dioleskan di penis. Fungsinya untuk mengurangi sensitivitas penis, sehingga diharapkan ejakulasi tidak terlalu cepat terjadi. Sedangkan obat dalam harus dimasukkan ke dalam tubuh / diminum, tujuannya untuk mengontrol ejakulasi. Obat jenis ini bekerja dengan cara mengatur kadar serotonin dalam tubuh. Mungkin saja menyebabkan efek samping jika tidak digunakan dengan benar. Oleh karena itu, harus konsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum menggunakan.

Berikut sejumlah tips untuk mengatasi ejakulasi dini:

  1. Saat berhubungan badan, arahkan pikiran ke hal lain yang sama sekali tidak berhubungan dengan seks. Misalnya memikirkan Teletubbies, Spongebob, atau mie ayam…. Bisa juga memikirkan hal yang tidak Anda sukai. Hal ini akan mengurangi rangsangan yang Anda rasakan.
  2. Kurangi sensitivitas penis dengan menggunakan kondom yang tebal atau krim yang dapat membuat penis menjadi kurang sensitif.
  3. Tepat ketika akan orgasme, cabut penis dari vagina sehingga tidak sampai terjadi ejakulasi. Diperlukan kerja sama dari pihak wanita agar teknik ini dapat berhasil.
  4. Cari posisi yang tepat dan nyaman agar hubungan dapat berlangsung tahan lama.
  5. Jangan menggunakan obat secara sembarangan — selalu konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu karena obat yang salah bisa fatal akibatnya.

Jika teknik di atas tidak berpengaruh dalam mengatasi kelainan ini, maka dapat dilakukan reuptake inhibitor guna menunda ejakulasi untuk sesaat. Hal ini akan bekerja untuk peningkatan jumlah serotonin pada tubuh penderita. Ada trik lainĀ  yang mungkin dapat dicoba, yaitu: 1) cobalah memvariasikan pola gerak anda, 2) cobalah untuk mengencangkan otot pubokoksigeus, 3) lakukan penekanan pada telapak jari, 4) cobalah untuk mengubah stimuli dengan mengubah gaya berhubungan dengan cara manual maupun oral. Jika anda merasakan rangsangan, namun tidak merasa mengalami ejakulasi coba hentikan hubungan intim untuk mengatur kapan saatnya ejakulasi. Semoga anda terhindar dari ejakulasi dini.

Leave a Reply