Metode Pembelajaran

METODE PEMELAJARAN

 

Metode pembelajaran yang terkenal adalah Metode Ceramah, Drill, Tanya-jawab, Tugas (tugas mengarang atau membuat presentasi), Diskusi, Metode Kumon, dll

 

Metode pemelajaran yang bisa diterapkan di kelas adalah :

–       CBSA

Siswa mencari sendiri bahan/amteri yangdiperlukan dalam kegiatan pemelajaran melalui internet, ensiklopedia (ensiklopdia Britanica, Encarta, Wikipedia, dll) – Guru hanya bertindak sebagai fasilitator

 

–       PENDEKATAN PROSES

Pekerjaan tangan/prakarya, praktikum dan observasi adalah pendekatan proses.  Hasil yang benar dan bagus tidak penting, tapi yang penting adalah siswa belajar langkah demi langkah, tahap demi tahap agar kesalahan tidak terulang.  Misalnya dalam belajar membuat kue, tidak perlu siswa harus berhasil membuat kue, tapi siswa perlu belajar, apa yang terjadi kalau putih telur dan kuning telur tidak dipisahkan, apa yang terjadi kalau pengadukan dilakukan terlalu cepat dan apa hasilnya bila gula tidak dihaluskan terlebih dahulu, dll

 

–       LIFE SKILL EDUCATION

Siswa belajar mewujudkan apa yang dipelajarinya dalam bentuk konkrit yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya siswa belajar Fisika tentang tekanan hidrolis, maka siswa langsung praktek membuat pompa bambu, kincir air, water rocket, dll

 

–       AUTHENTIC INSTRUCTION

Siswa belajar mencari makna yang tersirat, bukan yang tersurat.  Misalnya korupsi bukan hanya menyangkut penyalah-gunaan uang, tapi juga korupsi waktu, eksploitasi manusia (PRT yang dipekerjakan 24 jam), merupakan bentuk korupsi terhadap hak orang lain.

 

–       INQUIRY-BASED LEARNING

Mencari/menemukan sendiri arti ilmu yang sedang digeluti, misalnya siswa yang sedang belajar polimer dalam Kimia, dapat belajar membuat patung dari resin atau belajar menyablon, atau siswa yang belajar perubahan wujud pada Fisika dapat belajar membuat lilin aroma terapi

 

–       COOPERATIVE LEARNING

Kerja sama dan tanggung jawab mutlak ditanamkan sejak dini

 

 

–       PROBLEM-BASED LEARNING

Guru menyodorkan berbagai problem lalu siswa belajar bagaimana cara memecahkan/mengatasi problem itu, misalnya melihat sungai yang begitu kotor di Jakarta, siswa lalu diajak untuk memikirkan langkah-langkah penjernihan air atau membuat alat penjernih air yang efektif.  Langkah ini adalah langkah lintas ilmu yang mencakup fisika, kimia dan biologi

 

–       SERVICE LEARNING

Ketrampilan jasa memerlukan pengetahuan lintas ilmu, misalnya menterjemahkan memerlukan pengetahuan budaya dan adat istiadat, bukn hanya memindahkan kata/kalimat dari Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia. Terjemahannya akan menjadi lucu kalau mengabaikan lintas ilmu.  Contoh lain adalah ketrampilan memasak, bukan hanya tergantung pada kemampuan menghasilkan makanan yang enak, tapi juga pengetahuan tentang gizi dan vitamin (4 sehat 5 sempurna), keahlian menyajikan dan mengemas, pengetahuan tentang apa beda antara sayuran organik dan non-organik, tentang fungsi dari bumbu, dll

 

Para guru hendaknya tidak mencampur-adukkan antara MODEL, STRATEGI dan METODE PEMELAJARAN

Metode pemelajaran dilakukan untuk meningkatkan nilai anak/kognitif

Leave a Reply