5 Teknik Sederhana DSLR Yang Membuatmu Terlihat Profesional

5 Teknik Sederhana DSLR Yang Membuatmu Terlihat Profesional

Mau update instagram, tapi nggak foto yang kece? Kalau kamu punya kamera DSLR, sudah saatnya kamu mewarnai media sosialmu dengan foto-foto yang unik. Tinggal belajar teknik-teknik DSLR praktis di bawah ini dan dijamin kamu bakal membuat teman-temanmu mengira kamu seorang pro (walau belum tentu)!

1. Memotret objek dalam kecepatan cahayakecepatan cahaya

Salah satu pengetahuan dasar fotografi adalah objek yang bergerak pasti akan terlihat blur. Tetapi, bagaimana bila objeknya diam dan hanya kameramu yang bergerak?

Buat kamu yang belum tahu teknik Zoom Burst, dengan mengubah zoom lensa ketika kamu mengambil foto, kamu akan mendapatkan efek blur yang seakan bermula dari titik fokus dan bergerak ke luar.

Untuk teknik ini yang perlu diperhatikan adalah shutter speed kamera. Untuk melakukan Zoom Burst dengan benar, shutter harus dalam keadaan terbuka ketika kamu mengubah zoom kamera. Tergantung dari seberapa cepat kamu dapat mengubah zoom kamera dan seberapa dramatis efek yang kamu inginkan, biasanya kamu menginginkan shutter speed antara 1-4 detik.

Kalau kamu sudah mengerti teknik ini, kamu dapat menggunakannya untuk memotret lampu-lampu gedung di malam hari atau memotret model di antara kerumunan banyak orang/kendaraan.

2. Membuat teman-temanmu jadi raksasa dengan teknik perspektifteknik perspektif

Pernah lihat foto orang yang seakan sedang mendorong menara Pisa? Penasaran bagaimana caranya membuat objek kelihatan begitu besar atau begitu kecil? Gampang! Kamu tinggal belajar yang namanya teknik ‘Forced Perspective’.

Secara praktis dengan memanfaatkan persepsi akan kedalaman gambar, kamu bisa membuat benda semakin besar atau pun kecil dengan mengatur jarak benda dan posisi kameramu. Salah satu contoh mudah teknik ini adalah membuat ilusi jari raksasa.

Coba cari suatu objek yang besar seperti truk ataupun kapal. Ketika kamu sudah menemukan objek dalam frame kameramu, posisikan jarimu sedemikian rupa di depan lensa. Hasilnya seakan ada jari raksasa yang tengah mendorong objek, wow! Film Hobbit yang terkenal juga direkam dengan memanfaatkan prinsip teknik ini!


BACA JUGA Pilih Mana? Mirrorless Camera VS DSLR


3. Modal plastik transparan saja untuk buat foto sayuplastik transparan

Via icanbecreative.com

Ingin membuat foto tampak memiliki filter, namun tetap bisa bilang #nofilter ketika kamu menguploadnya? Ga perlu repot-repot belajar aplikasi editing foto ataupun gaya fotografi vintage! Ada trik sederhana loh untuk menghasilkan foto artistik seperti itu.

Meskipun terdengar agak lucu, tapi kamu hanya perlu membungkus pinggiran kameramu dengan plastik untuk mendapatkan efek tersebut. Pastikan kamu menggunakan plastik yang agak tebal seperti plastik untuk makanan, serta jangan sampai plastik itu menutupi lensa kamera. Kamu hanya perlu plastik itu di pinggiran untuk membiaskan cahaya dan menciptakan efek berkabut.

4. Menangkap momen mengagumkan dalam satu framehigh speed

Penasaran caranya membuat foto bulir air yang menetes atau momen ketika sebuah balon tengah meletus? Kamu perlu tahu trik-trik di balik teknik fotografi ‘High Speed’ kalau begitu!

Pertama, pastikan kamu mengatur flash kameramu dalam setting low atau rendah. Hal ini agar flash kameramu hanya akan menyala dalam waktu singkat dan nggak menyebabkan blur ketika menangkap objek yang bergerak. Kedua, pastikan kamu menggunakan mode manual dan mengatur fokus kamera pada objek.

Untuk hasil yang bagus tanpa banyak kerja, gunakan tripod untuk menghindari blur akibat tangan gemetar. Kamu tinggal bidik saja objek incaranmu dan tunggu momen indahnya.

5. Buat teman-temanmu iri dengan makan siangmu!potret makanan

Pengen pamer makan siang di media sosial, tapi hasilnya kurang bagus? Bagaimana kalau kamu coba memainkan kontras background atau latar. Contohnya, letakkan makanan yang indah seperti sepotong Stawberry Cheesecake di piring putih bersih, dan atur penekanan fokusnya.

Selain itu, coba gunakan pencahayaan alami dan matikan flash DSLR-mu. Jangan takut untuk mengambil gambar zoom in dan fokus pada detail-detail tertentu, seperti bulir embun di kue yang dingin.

Ingin sedikit curang? Gunakan kapas yang direndam dalam air panas dan taruh di balik makanan untuk membuat kesan fresh from the oven. Ingin makananmu terlihat berkilau? Oleskan minyak zaitun pada permukaannya. Dijamin dengan teknik-teknik ini kamu bakal membuat teman-temanmu ngiler!

Cara bikin Restoran Lebih Laris

Ketika memasuki sebuah rumah makan, kamu pasti sudah punya bayangan makanan atau menu tertentu. Namun, mungkin pula kamu akan terbuka pada saran dari orang lain soal penentuan makanan.

Hal tersebut merupakan kesempatan yang dicari para peracik dan konsultan menu. Di balik layar, bahkan sebelum kamu memikirkan makan malam, mereka sudah memikirkannya terlebih dahulu, mereka memikirkan caramu memilih makanan yang akan kamu makan.

Bila saat ini kamu juga bisnis yang sama, ada jurus-jurus yang bisa kamu tiru untuk membuat pelangganmu mau mengeluarkan uang lebih banyak ketika datang ke rumah makan milikmu.

Tak memperlihatkan harga

Informasi mengenai harga merupakan hal utama yang harus dihindari sebuah rumah makan dalam menunya. Sebab, hal ini akan mengingatkan para konsumen bahwa mereka akan mengeluarkan uang untuk makan.

Menurut hasil riset Cornell University School of Hotel Administration, konsumen yang diberi menu tanpa harga mau mengeluarkan uang jauh lebih banyak ketimbang menu yang dilengkapi informasi harga.

Angka yang ganjil

Para perancang menu selalu mematok harga secara genap. Misalnya, jangan memberi harga ganjil seperti Rp20.900. Sebaiknya ubah menjadi Rp20.500, karena harga tersebut terkesan jauh lebih ‘bersahabat’ dan tak menyorot nilai dari makanan, melainkan kualitasnya.

Selain itu, tak membuat harga aneh juga akan membuat proses perhitungan menjadi lebih sederhana dan langsung pada intinya.

Bahasa deskriptif

Para peneliti dari Cornell University mengungkap, makanan yang digambarkan dengan cara yang lebih indah akan lebih menggoda konsumen. Menurut riset lanjutan dari University of Illinois at Urbana-Champaign, label menu deskriptif mampu mendongkrak penjualan sebesar 27%.

Menurut laporan NBC, perancang menu Greg Rapp memberi contoh penulisan ‘Maryland Style Crab Cakes’. Makanan ini dijelaskan dengan ‘dibuat dengan tangan, dengan daging kepiting jumbo, sentuhan mayonais, bumbu rahasia racikan sendiri, dan taburan yang memperkaya makanan’.

Penjelasan tersebut ternyata mampu memberi pengalaman sensorik pada pembaca dan membuat konsumen lebih puas setelah menyantap makanan.

Setelah mengetahui jurus untuk menyusun menu, harga dan bahasa yang bisa kamu gunakan ketika membuat menu, masih ada beberapa jurus yang bisa kamu gunakan lagi.

Hubungkan makanan dengan keluarga

Konsumen ternyata tertarik pada nama-nama keluarga, misalnya orang tua atau kakek-nenek, pada menu. Misalnya, orang punya kecenderungan untuk membeli makanan dengan label ‘Masakan Nenek’ atau biskuit buatan rumah atau ‘Kedai Bibi Dini’.

Cara tersebut bisa memberi kesan nostalgia.

Gunakan istilah makanan etnis

Menurut psikolog eksperimental Oxford Charles Spence, label etnis seperti nama Jawa, Sunda atau lainnya mampu menarik perhatian pada menu tertentu dan mengeluarkan rasa dan tekstur tertentu.

Visual menyolok

Ketika nama makanan ditulis secara menyolok dan didaftar secara berwarna warni atau menggunakan huruf yang unik disertai foto, hal tersebut akan membuat menu tertentu tampak lebih menarik.

Namun, rumah makan kelas atas biasanya cenderung menghindari strategi ini karena mampu membuat menu tampak kaku.

Gunakan barang mahal untuk menarik perhatian konsumen

Menurut Rapp, rumah makan kerap menggunakan makanan sangat mahal sebagai pancingan. “Kamu mungkin tak akan membelinya, namun kamu akan menemukan sesuatu yang lebih murah dan itu akan tampak lebih masuk akal,” katanya.

Perancang menu William Poundstone mengungkap, tujuan utama makanan berharga paling mahal dalam sebuah menu adalah untuk membuat segala sesuatu di dekatnya tampak lebih masuk akal.

Tawarkan makanan dalam dua ukuran porsi

Strategi ini dikenal dengan bracketing. Konsumen tak tahu seberapa lebih kecil porsi kecil, jadi mereka berasumsi bahwa porsi lebih kecil punya harga lebih murah.

Apa yang mereka tak sadari adalah, rumah makan sebenarnya memang ingin menjual porsi lebih kecil dengan harga lebih murah dan menggunakan porsi lebih besar dengan harga lebih mahal sebagai perbandingan saja.

Analisis pada pola baca konsumen

Cara baca konsumen ternyata bisa menjadi bahan untuk menentukan menu. Hasil riset di Korea, sepertiga responden cenderung memesan makanan pertama yang berhasil menarik perhatian mereka.

Hasilnya, rumah makan akan menempatkan masakan paling laris di sisi kanan atas. Alasannya, sisi tersebut merupakan tempat pertama orang melihat.

Sebagai tambahan, jangan lupa untuk membangun suasana dengan memainkan musik klasik, cara ini mampu membuat konsumen mengeluarkan uang lebih untuk makan.

Selamat mencoba.