Peta Pasar e-Commerce Mulai Merata di Indonesia

Peta Pasar e-Commerce Mulai Merata di Indonesia

Achmad Rouzni Noor II – detikinet
Kamis, 30/08/2012 18:30 WIB

Rio Inaba (rou/inet)

Jakarta – Dahulu, saat e-commerce baru mulai ramai di Indonesia, mayoritas transaksinya masih berpusat di Jakarta saja. Namun kini, pasar e-commercesudah hampir merata ke kota-kota besar lainnya.

Hal itu ikut dialami Rakuten. Dari data statistik perusahaan e-commerce asal Jepang itu, pertengahan tahun lalu 90% transaksi masih terjadi Jakarta. Porsi luar daerah secara total cuma 10%.

Namun menurut Rio Inaba, Presiden Director & CEO Rakuten Indonesia, sejak pertengahan 2012 ini peta penetrasi e-commerce di Indonesia mulai berubah. Jakarta memang masih mayoritas, namun persentasenya mulai mengecil seiring pertumbuhan pasar di luar Jakarta.

“Jakarta sekarang tinggal 55%. Sisanya 45% di luar area itu. Ini menunjukkan pertumbuhan yang bagus. Akses internet mulai merata dan daya beli masyarakat daerah juga tinggi,” kata pria yang akrab dijuluki Popeye ini kepadadetikINET saat ditemui di kantornya, MNC Tower, Jakarta.

Dari sisi gender, pengguna e-commerce masih didominasi oleh kaum pria sebesar 65% dan wanita 35% dengan mayoritas usia produktif 49% antara 20 tahun hingga 29 tahun.

Indonesia diyakini sangat potensial untuk menjadi pasar e-commerce besar. Itu sebabnya, Rakuten tak ragu-ragu terjun langsung meski kini sudah banyak pebisnis e-commerce lain yang lebih dulu masuk. Sebut saja Multiply, Tokobagus, Blibli, dan masih banyak lainnya.

Namun Rio mengaku tak khawatir. Semakin banyak pesaing maka pasar ini akan tumbuh lebih besar lagi. Servis juga akan semakin meningkat dengan karakteristik e-commerce yang ditawarkan masing-masing pemain.

“Indonesia memang pasar yang sangat potensial. Pertumbuhannya saat ini memang terlihat besar. Tapi dari hari ke hari, sebenarnya e-commerce masih sangat kecil. Kurang dari 1% dibandingkan bisnis tradisional. Namun itu menunjukkan peluangnya masih sangat besar,” kata Rio.

Berbekal sumber dayanya yang besar, mulai dari dukungan pendanaan dari pemerintah Jepang, hingga mitra bisnisnya di Indonesia, Rakuten optimistis bisa tumbuh jadi raksasa e-commerce di negeri ini.

“Ini diferensiasi yang kami tawarkan sebagai pembeda dari kompetitor kami. Positioning kami ialah pemain e-commerce multinasional,” ujarnya.

Rakuten mulai serius menginvasi pasar e-commerce Indonesia sejak setahun belakangan. Memang yang menjadi membernya belum terlalu banyak, namun dari sisi merchant, transaksi, dan finansial, pencapaiannya diklaim Rio cukup menggembirakan.

“Member kami sudah meningkat empat kali lipat dengan nilai finansial dari hasil transaksi meningkat enam kali lipat. Terlebih transaksi jelang Lebaran kemarin, pencapaiannya jauh lebih baik di banding tahun kemarin,” akunya.

Tercatat, sejumlah merchant besar yang telah bergabung dengan Rakuten.co.id antara lain, Okeshop, Erafone, Selular Group Mustika Ratu, Martha Tilaar, Kose, Sony, Epson, Brother, Panasonic, Dell, Fujifilm, Yamaha, Electronic solution.

Selain itu, Rakuten juga telah menjalin kerja sama dengan produsen makanan seperti First love cake, Kato Cofee, dan Kondo Rice. “Kami juga akan fokus memasarkan food and beverages. Sejauh ini jualan makanan secara online ternyata cukup diminati. Tapi saat ini masih untuk seputar Jakarta saja,” pungkasnya.

( rou / ash ) 

Leave a Reply