Smart Parenting

Tahap Perkembangan Anak

Jhon C. Maxwell membagi 3 tahap perkembangan umum dlm kehidupan anak:

  1. Anak usia 0-7 thn disebut usia Pengaturan

Krn anak selalu melakukan apa yg menurutnya menyenangkan maka kebutuhan terbesar mereka adl PERINTAH.

Org tua hrs membuat aturan2x & sasaran yg konsisten.

Anak hrs ditekankan mana yg boleh dilakukan, mana yg tdk boleh. Ini bukan bersifat pilihan tapi berupa perintah tegas yg hrs ditaati.

  1. Anak usia 8-12 thn disebut usia Menirukan

Pd tahap ini kebutuhan plg besar mrk adl MEMPERLIHATKAN.

Memperlihatkan pd anak yg ingin org tua ajarkan pd mereka, artinya memberi contoh kpd mereka.

Krn mrk lbh condong menirukan apa yg dilakukan org tuanya & kurang mendengarkan apa yg dikatakan org tuanya.

  1. Anak usia 13 thn ke atas disebut usia Inspirasi

Tugas org tua disini adl MEMPERKENALKAN ATAU MENYINGKAPKAN sesuatu pd anak. Cobalah utk membuka pikiran mrk dg pengetahuan2x baru atau mengenalkan mrk pd org2x yg berkompeten yg berhasil di bidangnya masing2x agar anak punya wawasan & role model.

 

Mengenal kebutuhan dasar Anak

A. Anak Membutuhkan Penerimaan

Reaksi yg anda perlihatkan saat menghadapai kegagalan anak anda adl gambaran sebenarnya bagaiman anda menerima keberadaan mereka.

Ingatlah konsep sederhana ini: belonging-doing-having (pengerimaan-melakukan-miliki).  Terima dulu kegagalan anak, lakukan upaya perbaikan, dan ia akan mendapatkan nilai yg baik lagi.  Nilai bagus bisa dikejar tapi apa yg terjadi kalau org tua tidak bisa menerima kegagalan anaknya? Anak akan terluka & tertekan atau bahkan terobsesi utk selalu menyenangkan org tua.

Penerimaan yg tdk bersyarat artinya menerima seseorg apa adanya. Itulah kebutuhan utama seorg anak yg hrs dipenuhi. Josh McDowell berkata, “Jika anak tidak merasakan kasih & penerimaan ia akan merasa tidak aman. Seorg anak yg merasa tidak aman jarang atau tidak pernah bersedia menerima kritikan. Ia tidak akan membicarakan dg bebas bagaimana teman kencannya memperlakukannya.

Untuk memberikan rasa aman pd jiwa seorg anak, ia membutuhkan penerimaan apapun keberadaannya krn dg begitu ia mengetahui siapa dirinya yg sebenarnya. Seorg anak yg diterima apa adanya tdk akan ngotot mengejar prestasi hanya utk memuaskan keinginan org tuanya. Dia akan selalu menyadari bahwa keberadaannya bagi org tuanya lbh penting daripada prestasinya. Tetapi kalau teriakan bodoh & penolakan selalu diterima ketika mereka gagal maka dg gaya ngotot diliputi stress anak akan mengejar prestasi bagaimanapun caranya.

Anak akan merasa kurang diterima kalau terus menerus dikritik, dikomentari krn cara belajarnya yg salah, krn nilai ulangan yg tdk memuaskan, krn teman2xnya yg buruk, krn menyenggol vas bunga saat membantu pekerjaan rumah, hingga mengkritik cara berpakaian. Setiap hari mendengar kritikan akan membuat anak berubah menjadi apatis & merasa tidak berguna krn apapun yg dikerjakannya selalu salah di mata org tuanya.

Para ahli ilmu jiwa mengatakan, seseorg membutuhkan 4 pujian banding 1 kritikan agar jiwanya dpt berkembang dg baik.

Hal lain yg membuat anak merasa tidak diterima adl bila dia selalu dibanding-bandingkan dg org lain, entah itu kakaknya, adiknya, sepupunya, maupun teman-temannya.

  1. Menyadari bahwa setiap anak adalah unik

Anak justru lbh memerlukan dukungan & dorongan org tua saat ia dlm keadaan yg biasa2x saja atau tidak berprestasi. Semakin buruk keadaannya maka semakin besar ia membutuhkan kasih, penerimaan & dukungan dari kedua org tuanya.

  1. Mendengarkan perkataan anak

Jika anak menghampiri anda & ingin mengajak berbicara, sebaiknya segera hentikan apapun yg sedang dilakukan & jadilah pendengar yg baik bagi dia. Sadarilah bahwa mungkin kesempatan itu tdk akan pernah datang lagi.

Janganlah kita sbg org tua menjadi terlalu sibuk dg pekerjaan, hobi, hewan kesayangan dll sampai2x begitu sedikit bahkan tdk ada waktu tersisa utk bercengkrama dg anak.

Kalau kita terlalu sibuk waktu anak dtg kpd kita utk berbicara, kemungkinan dia tdk akan dtg lagi pd anda utk mengungkapkan persoalannya. Jarak antara anda & anak anda akan tercipta. Semakin lama jarak itu bisa semakin jauh & anda merasa anak anda berada di luar jangkauan anda & iapun merasa anda berada di luar jangkauannya.

Ketika anak kita sdg sedih, bingung menentukan pilihan & terutama di saat mrk menderita, tundalah utk memberikan nasehat. Dengarkan saja penuh perhatian, tak perlu berkomentar panjang lebar, berusahalah utk menyelami kesedihan & penderitaannya.

Berempatilah & peluklah dia dg penuh kasih sayang utk memberinya penghiburan & secercah kelegaan. Saat anak sdh merasakan bahwa org tuanya sungguh2x berempati dg penuh perhatian, kasih & rasa ingin melindungi maka ia akan mulai berbicara mencurahkan isi hatinya. Ketika anak merasa selalu di dengarkan & diperhatikan maka ia segera tahu bahwa ia diterima.

 

 

B. Anak membutuhkan Penghargaan & Perhatian

Banyak kenakalan & kriminalitas yg melibatkan remaja bukan semata krn pergaulan yg salah tapi krn faktor org tuanya. Mereka merasa diabaikan, tdk diperhatikan apalagi dihargai. Semua kenakalan & kriminalitas itu dilakukan hanya untuk meminta perhatian & penghargaan dari orang tuanya.

Anak yg dibiarkan melakukan apa maunya sampai ia besar, mau baik atau tidak baik, mau sekolah atau tidak sekolah, mau makan atau tidak, akan merasa diabaikan.

  1. Orang tua banggalah pada anak anda

Siapapun anak, tanpa memandang usia, hatinya akan senang bila org tuanya membanggakan dirinya. Walaupun tertunduk malu tetapi sorot mata mereka memancarkan kepuasan.

Jika org tua senantiasa membesarkan hati mrk dg cara membaggakannya melalui motivasi yg ditanamkan terus menerus dlm dirinya.

Banggalah pd anak anda bukan krn anak memberikan pd anda sebuah kebanggan, tapi atas setiap usaha yg anak lakukan utk membuat anda bangga

Biarkanlah mrk mendengarkan anda bercerita kpd org lain mengenai hal2x yg baik & manis ttg mereka.

  1. orang tua, berikanlah Motivasi kpd anak anda

kalau yg terekam adl kata2x “tidak bisa”, itu yg akan diyakini dlm hidupnya, kalau yg terekam adl kta2x “bisa, mampu, pintar,” itulah yg akan dijalaninya. Tunjukkan kasih pd anak dg kata2x yg membangun. Beri motivasi kuat maka ia akan bertindak spt apa yg ditanamkan padanya.

C. Anak membutuhkan Pujian

1 kata pujian ala kadarnya lbh ampuh drpd ratusan kalimat yg menyatakan kesalahan atau tuduhan. 1 ons pujian lbh berharga drpd 1 ton sikap menyalahkan.

Anak jarang berubah kalau hanya ditunjukkan kesalahannya dg membabi buta. Mrk justru akan berubah kalau menerima pujian.

“Ah…, rapi sekali kamu hari ini, pasti tadi kamu mandi.” Esoknya perubahan kecil terjadi, badannya lbh wangi. “Wah murid ibu hari ini ganteng sekali” Esok harinya tangan & kuku kakinya terpotong rapi.

Bbrp sukses terbesar mns disebabkan oleh pujian terutama ketika pujian itu diterima pd saat mrk kanak2x.

Pujilah anak ketika ia belajar bertg jawab. Pujiah dia ketika berkata/berbuat jujur. Pujilah dia ketika membantu anda mengambilkan surat kabar. Pujilah dia ketika dia sdh bekerja keras walaupun hasilnya tdk maksimal. Pujilah ketikan melakukan hal kecil atau besar. Bahkan, pujilah dia utk apa yg sdh dilakukannya walaupun gagal. “Pujilah senantiasa sifat2x baik & engkau akan menemukan sedikit sifat2x buruk”

D. Anak membutuhkan Disiplin

Mengapa anak manja? Ada 2 alasan mengapa anak manja:

  1. anak diperlakukan amat sangat berhati2x. Bila anak menangis maka ibu akan tergopoh-gopoh lari mendekat berusaha menenangkan, & menyenangkannya. Maka ketika si anak besar, ia hidup bak “raja kecil”
  2. Tdk ada disiplin pd masa kecilnya. Org tuanya terlalu cemas kalau pendisiplinan akan menyakiti perasaan anaknya makanya tdk pernah ada kata TIDAK dari org tuanya. Akibatnya anak tumbuh dg sifat keras kepala, nasihat apapun tdk ada yg mempan. Anak2x perlu belajar sejak dini utk tunduk pd kekuasaan & menghargai org lain.

Jangan menunda disiplin

Jika tnapa sengaja anak anda memecahkan pajangan kristal yg harganya selangit ketika dia mencoba membantu anda membersihkannya, jangan lalu menghukumnya apalagi disertai kata2x kasar yg menyakitkan.

Anak akan berpikir kalau pajangan itu lbh berharga daripada dirinya. Tetapi kalau dia berbohong, mencuri, menipu, Anda harus serta merta menghukumnya.

Tingkah laku yg salah yg sengaja dilakukan anak harus dihukum dg segera, jgn ditunda, krn kalau itu yg ditunda, anak merasa org tuanya tdk benar2x menerapkan disiplin, hanya ancaman semata yg tujuannya hanya utk menakut-nakuti.

Cek kosong yg plg berbahaya bukanlah yg berasal dari bank, melainkan sembarangan memuji, sembarangan berjanji, sembarangan mengancam, tetapi tdk pernah dilakukan.

  1. ortu yg kasihnya tinggi tapi disiplinnya Rendah

Menghasilkan anak yg manja, selalu ingin jadi pusat perhatian & selalu membawa caranya sendiri. Ia akan menjerit sejadi-jadinya bila dilarang melakukan sesuatu, sedikit2x merengek bahkan tanpa perasaan merusak mainannya. Ketika dewasa ia tidak akan bertahan menghadapi pergumulan dlm hidup, gampang menyerah & cengeng.

  1. ortu yg kasihnya rendah tapi disiplin tinggi

Menghasilkan anak2x yg pd waktu kecil menurut & patuh tapi ketika beranjak besar akan memberontak

  1. ortu yg memiliki kasih & disiplin yg rendah

Menghasilkan anak2x yg rapuh, gampang putus asa, gampang menyerah & bermental lemah.

  1. ortu yg memiliki kasih & disiplin yg tinggi

Inilah yg seharusnya dimiliki org tua. Dg kata lain, bila suatu saat org tua hrs menghukum anaknya, maka sesudahnya mrk hrs memeluk & memberikan keyakinan pd anaknya bahwa sesungguhnya mrk mengasihinya. Org tua hrs menjelaskan mengapa ia hrs dihukum. Shg anak tumbuh menjadi anak yg unggul, bertg jawab, berani mengambil keputusan & survive dlm situasi sulit.

Bolehkah memukul anak utk mendisiplinkannya?

a. Jgn pernah memukul jika anda belum memberitahukan peraturannya.

b. bedakan kesalahan yg dibuat anak anda

c. jgn menuntut anak melakukan hal yg blm sanggup dilakukan

  • pukulan adl saran utk mengajar anak spy menghentikan tingkah laku yg merusak
  • pukulan bukan utk melampiaskan kemarahan org tua shg merusak anak
  • anak dibawah 7 thn, gunakan mata utk memperingatkan mereka. Kalau mata tidak digubris, maka mulut mulai bicara. Kalau mulut juga tdk digubrik gunakan alat utk pukul pantat mrk.
  • jgn gunakan tangan utk memukul, krn tangan utk menyatakan kasih, mengelus & membelai bukan sbg alat utk menghukum. pergunakan rotan kecil.
  • anak diatas 7thn hukumannya berubah, mis. ia tdk dibolehkan bermain, dsb.

 

Prinsip yg diajarkan Org tua pd anaknya

  1. Citra Diri anak

Don’t say: “awas, jgn nakal ya!”

But say: “ Baik2x di rumah ya, sayang.”

Gunakan kalimat positif utk membangun citra diri anak

  1. Tg Jawab

Kapan waktu belajar, kapan waktu bermain. Mrk hrs menguasai minimal 1 jenis olah raga, 1 jenis alat musik & bhs asing.

Mrk perlu berolah raga agar tubuhnya sehat. alat musik agar otak kanan kiri seimbang, bhs Inggris/mandarin agar memperluas pergaulan serta wawasan.

Mrk hrs diajarkan utk membereskan tempat tidur & kamarnya sendiri.

Kalau mrk diajarkan utk bertg jawab pd hal2x kecil, suatu hari nanti mrk dpt menangani tg jawab yg lbh besar.

  1. Relationship

Mengucapkan terimakasih pd pembantu rumah tangga, menyapa selamat pagi di pagi hari dg tersenyum, menyapa org yg ditemuinya di rumah saat ia pulang sekolah & menyapa saya bila saya tiba di rumah stlh seharian bekerja.

Ingatkan utk selalu memperhatikan & membagi sgl sesuatu dg teman2xnya dimanapun mrk berada. Ingatlah bahwa charity begins at home (kasih dimulai dari rumah)

  1. Sikap Positif

Pd prinsipnya, kita hrs mengajari anak2x kita jangan banyak cari alasan, ketika mrk menemui kesulitan dlm melakukan sesuatu. Mrk perlu mengerti bahwa ketimbang menghabiskan energi utk mencari2x alasan & pembenaran, alangkah lbh baiknya kalau energi itu difokuskan utk mencari solusi atas masalah atau kesulitan yg timbul, krn setiap masalah pasti ada solusinya.

  1. Mengenalkan anak pd Tuhan

Temukan keunikan Anak Anda

  1. Temperamen Dasar anak
    1. Dominan
    2. Intim
    3. Stabil
    4. Cermat
    5. Kecerdasan Anak (Gardner)
      1. Linguistik (word smart)
      2. Spasial (Picture smart)
      3. Matematis (Logic smart)
      4. Kinestetis (Body smart)
      5. Musik (Music smart)
      6. Interpersonal (People smart)
      7. Intrapersonal (Self smart)
      8. Naturalis (Nature smart)
      9. Bahasa Kasih anak
        1. kata-kata
        2. waktu
        3. Pemberian
        4. Tindakan, lakukan tindakan nyata utk membuat mrk merasa dicintai, spt mengantar ke sekolah, mengantar bermain ke rumah teman, mengerjakan PR, memasak makanan kesukaannya, menyelimutinya saat dia akan tidur, membantunya merakit mobil-mobilannya, mengantarnya les piano, mengajarinya menyetir, mengajarinya memulai bisnis.
        5. Sentuhan

 

Tahapan Perkembangan Piaget / Teori Perkembangan Kognitif Piaget

Piaget mengatakan bahwa kita melampui perkembangan melalui empat tahap dalam memahami dunia. Masing-masing tahap terkait dengan usia dan terdiri dari cara berpikir yang berbeda. Berikut adalah penjelasan lebih lanjut:

Tahap sensorimotor (Sensorimotor stage), yang terjadi dari lahir hingga usia 2 tahun, merupakan tahap pertama piaget. Pada tahap ini, perkembangan mental ditandai oleh kemajuan yang besar dalam kemampuan bayi untuk mengorganisasikan dan mengkoordinasikan sensasi (seperti melihat dan mendengar) melalui gerakan-gerakan dan tindakan-tindakan fisik.

Tahap praoperasional (preoperational stage)
, yang terjadi dari usia 2 hingga 7 tahun, merupakan tahap kedua piaget, pada tahap ini anak mulai melukiskan dunia dengan kata-kata dan gambar-gambar. Mulai muncul pemikiran egosentrisme, animisme, dan intuitif. Egosentrisme adalah suatu ketidakmampuan untuk membedakan antara perspektif seseorang dengan perspektif oranglain dengan kata lain anak melihat sesuatu hanya dari sisi dirinya.

Animisme adalah keyakinan bahwa obyek yang tidak bergerak memiliki kualiatas semacam kehidupan dan dapat bertindak. Seperti sorang anak yang mengatakan, “Pohon itu bergoyang-goyang mendorong daunnya dan daunnya jatuh.” Sedangkan Intuitif adalah anak-anak mulai menggunakan penalaran primitif dan ingin mengetahui jawaban atas semua bentuk pertanyaan. Mereka mengatakan mengetahui sesuatu tetapi mengetahuinya tanpa menggunakan pemikiran rasional.

Tahap operasional konkrit (concrete operational stage)
, yang berlangsung dari usia 7 hingga 11 tahun, merupakan tahap ketiga piaget. Pada tahap ini anak dapat melakukan penalaran logis menggantikan pemikiran intuitif sejauh pemikiran dapat diterapkan ke dalam cotoh-contoh yang spesifik atau konkrit.

Tahap operasional formal (formal operational stage), yang terlihat pada usia 11 hingga 15 tahun, merupakan tahap keempat dan terkahir dari piaget. Pada tahap ini, individu melampaui dunia nyata, pengalaman-pengalaman konkrit dan berpikir secara abstrak dan lebih logis.

Sebagai pemikiran yang abstrak, remaja mengembangkan gambaran keadaan yang ideal. Mereka dapat berpikir seperti apakah orangtua yang ideal dan membandingkan orangtua mereka dengan standar ideal yang mereka miliki. Mereka mulai mempersiapkan kemungkinan-kemungkinan bagi masa depan dan terkagum-kagum terhadap apa yang mereka lakukan.

Perlu diingat, bahwa pada setiap tahap tidak bisa berpindah ke tahap berikutnya bila tahap sebelumnya belum selesai dan setiap umur tidak bisa menjadi patokan utama seseorang berada pada tahap tertentu karena tergantung dari ciri perkembangan setiap individu yang bersangkutan. Bisa saja seorang anak akan mengalami tahap praoperasional lebih lama dari pada anak yang lainnya sehingga umur bukanlah patokan utama.

 

Teori PERKEMBANGAN PSIKOSOSIAL ERIK ERIKSON

Tahap 1. Trust vs Mistrust (percaya vs tidak percaya)

  • Terjadi pada usia 0 s/d 18 bulan
  • dari lahir sampai usia satu tahun dan merupakan tingkatan paling dasar dalam hidup.
  • bayi sangat tergantung dari pengasuhan
  • Jika anak berhasil membangun kepercayaan, dia akan merasa selamat dan aman dalam dunia.

Tahap 2. Otonomi (Autonomy) VS malu dan ragu-ragu (shame and doubt)

  • Terjadi pada usia 18 bulan s/d 3 tahun
  • masa awal kanak-kanak dan berfokus pada perkembangan besar dari pengendalian diri.
  • latihan penggunaan toilet adalah bagian yang penting
  • Kejadian-kejadian penting lain meliputi pemerolehan pengendalian lebih yakni atas pemilihan makanan, mainan yang disukai, dan juga pemilihan pakaian.
  • Anak yang berhasil melewati tingkat ini akan merasa aman dan percaya diri, sementara yang tidak berhasil akan merasa tidak cukup dan ragu-ragu terhadap diri sendiri.

Tahap 3. Inisiatif (Initiative) vs rasa bersalah (Guilt)

  • Terjadi pada usia 3 s/d 5 tahun.
  • masa usia prasekolah mulai menunjukkan kekuatan dan kontrolnya akan dunia melalui permainan langsung dan interaksi sosial lainnya.
  • Anak yang berhasil dalam tahap ini merasa mampu dan kompeten dalam memimpin orang lain. Adanya peningkatan rasa tanggung jawab dan prakarsa.
  • Mereka yang gagal mencapai tahap ini akan merasakan perasaan bersalah, perasaan ragu-ragu, dan kurang inisiatif.
  • Erikson yakin bahwa kebanyakan rasa bersalah dapat digantikan dengan cepat oleh rasa berhasil.

Tahap 4. Industry vs inferiority (tekun vs rasa rendah diri)

  • Terjadi pada usia 6 s/d pubertas.
  • Melalui interaksi sosial, anak mulai mengembangkan perasaan bangga terhadap keberhasilan dan kemampuan mereka.
  • Anak yang didukung dan diarahkan oleh orang tua dan guru membangun peasaan kompeten dan percaya dengan ketrampilan yang dimilikinya.
  • Anak yang menerima sedikit atau tidak sama sekali dukungan dari orang tua, guru, atau teman sebaya akan merasa ragu akan kemampuannya untuk berhasil.
  • Prakarsa yang dicapai sebelumnya memotivasi mereka untuk terlibat dengan pengalaman baru.
  • Ketika beralih ke masa pertengahan dan akhir kanak-kanak, mereka mengarahkan energi mereka menuju penguasaan pengetahuan dan keterampilan intelektual.
  • Permasalahan yang dapat timbul pada tahun sekolah dasar adalah berkembangnya rasa rendah diri, perasaan tidak berkompeten dan tidak produktif.
  • Erikson yakin bahwa guru memiliki tanggung jawab khusus bagi perkembangan ketekunan anak-anak.

Tahap 5. Identity vs identify confusion (identitas vs kebingungan identitas)

  • Terjadi pada masa remaja, yakni usia 10 s/d 20 tahun
  • Selama remaja ia mengekplorasi kemandirian dan membangun kepakaan dirinya.
  • Anak dihadapkan dengan penemuan siapa, bagaimana, dan kemana mereka menuju dalam kehidupannya
  • Anak dihadapkan memiliki banyak peran baru dan status sebagai orang dewasa, pekerjaan dan romantisme
  • Jika remaja menjajaki peran dg cara yang sehat dan positif maka identitas positif akan dicapai.
  • Jika suatu identitas remaja ditolak oleh orangtua, jika remaja tidak secara memadai menjajaki banyak peran, jika jalan masa depan positif tidak dijelaskan, maka kebingungan identitas merajalela.
  • bagi mereka yang menerima dukungan memadai maka eksplorasi personal, kepekaan diri, perasaan mandiri dan control dirinya akan muncul dalam tahap ini.
  • Bagi mereka yang tidak yakin terhadap kepercayaan diri dan hasratnya, akan muncul rasa tidak aman dan bingung terhadap diri dan masa depannya.

Tahap 6. Intimacy vs isolation (keintiman vs keterkucilan)

  • Terjadi selama masa dewasa awal (20an s/d 30an tahun)
  • Erikson percaya tahap ini penting, yaitu tahap seseorang membangun hubungan yang dekat & siap berkomitmen dg orang lain.
  • Mereka yang berhasil di tahap ini, akan mengembangkan hubungan yang komit dan aman.
  • Erikson percaya bahwa identitas personal yang kuat penting untuk mengembangkan hubungan yang intim.
  • Jika mengalami kegagalan, maka akan muncul rasa keterasingan dan jarak dalam interaksi dengan orang.

Tahap 7. Generativity vs Stagnation (Bangkit vs Stagnan)

  • Terjadi selama masa pertengahan dewasa
  • Selama masa ini, mereka melanjutkan membangun hidupnya berfokus terhadap karir dan keluarga.
  • Mereka yang berhasil dalam tahap ini, maka akan merasa bahwa mereka berkontribusi terhadap dunia .
  • Mereka yang gagal melalui tahap ini, akan merasa tidak produktif dan tidak terlibat di dunia ini.

Tahap 8. Integrity vs depair (integritas vs putus asa)

  • Terjadi selama masa akhir dewasa
  • cenderung melakukan cerminan diri terhadap masa lalu.
  • Mereka yang tidak berhasil pada fase ini, akan merasa bahwa hidupnya percuma dan mengalami banyak penyesalan.
  • Individu akan merasa kepahitan hidup dan putus asa
  • Mereka yang berhasil melewati tahap ini, berarti ia dapat mencerminkan keberhasilan dan kegagalan yang pernah dialami.
  • Individu ini akan mencapai kebijaksaan, meskipun saat menghadapi kematian.

 

Berikut adalah ringkasan dari tahapan Fowler iman:

  1. Primal Faith / dibeda-bedakan

(Infancy) – anak tidak membedakan antara diri sendiri dan dunia. Terbentuk pemahaman orang lain yg berkomunikasi primal rasa kepercayaan dasar atau takut.

  1. Intuitif Iman / proyektif:: “The Innocent”

(3-6) Aktif bertanya pikiran bebas dari konstruksi preformed. Anak itu kuat dan permanen dipengaruhi oleh contoh, suasana hati, simbol dan tindakan orang dewasa primer. Kesulitan dalam membedakan kenyataan dari fantasi.

  1. Mythic Iman / Literal:: “literalis The”

(7-12) bertepatan dengan operasi beton Piaget. Sebuah rasa keadilan mengembangkan berdasarkan timbal-balik, cerita ini menjadi penting sebagai cara untuk mengekspresikan makna.

  1. Iman sintetik / Konvensional:: “Loyalis The”

(12 +) Tahap ini memerlukan pergeseran mendasar dalam perspektif dan erat berkaitan dengan operasi formal Piaget. Interpersonal dunia ini menjadi hidup dan individu dapat menggunakan berpikir hipotetis untuk ‘mensintesis’ iman yang masih umum konformis. Ada kelaparan yang mendalam untuk diterima oleh rekan-rekan, ide tersebut belum tentu kritis diperiksa atau merenungkan.

  1. Individuative Iman / reflektif:: “The Critic”

(18 +) Ada dua perubahan utama dalam tahap ini: Individuasi dan refleksi kritis. The ‘diri’ dibedakan dari grup. Independen identitas terbentuk sebagai cerminan terjadi dan kritis memilih kepercayaan sendiri, nilai-nilai dan komitmen. Kepercayaan mungkin belum terikat oleh perspektif terbatas dan cenderung terjadi dichotomising dan penalaran reduksionis.

  1. Kata sambung Iman:: “Maha Melihat The”

tahun dewasa (jika sama sekali) Tahap ini melibatkan kemampuan untuk terus bersama tampaknya paradoksikal atau kutub elemen sebagai cara untuk mengungkapkan suatu kesadaran baru bahwa kebenaran lebih beragam dan kompleks yang sebelumnya diyakini. Ada kekhawatiran untuk dialog & keterbukaan berprinsip untuk cara-cara baru dalam memandang sesuatu. Sebuah pengakuan keterbatasan tradisi memungkinkan seseorang utk menjadi wali itu sementara tradisi menghindari over-akomodasi di satu sisi & proteksi steril di sisi lain

  1. Universal Iman:: “The Saint”

(“Sangat jarang”) Ada rasa keutuhan dan keinginan untuk bertindak berdasarkan apa yang baik bagi semua orang di mana-mana. Mereka memiliki mimpi dan akan bertindak atas mezbah dengan komitmen yang mendalam seringkali juga dengan biaya pribadi. Ada meninggalkan diri. Iman dan visi moral yang menjadi lebih universal. Angka seperti Gandhi, Martin Luther King Jr dan Mother Theresa sering dikutip sebagai contoh abad kedua puluh.

Leave a Reply