The Daily Examen

Examen adalah sebuah latihan disiplin doa yang dikembangkan oleh St. Ignatius Loyala (1491-1556), pendiri dari the Society of Jesus (kaum Yesuit). Examen menekankan pada kehidupan refleksi yang penuh doa (prayerful reflection). Artinya, dalam Examen setiap pendoa diajak untuk melakukan refleksi, yakni dengan memeriksa (examine) hidupnya supaya dapat melayani Allah dengan baik. St. Ignatius mengungkapkan bahwa kunci dari kehidupan spiritualitas yang sehat adalah menemukan Allah dalam segala sesuatu dan melakukan segala sesuatu dengan konsisten untuk memperoleh kebebasan dalam hidup untuk dapat taat dan melakukan dengan kehendak Allah.

 

Melalui Examen ini para pendoa dilatih untuk mendengar Allah berbicara dalam hati mereka dan mengerti kehendak Allah dalam hidup mereka sehari-hari. Sebagaimana bentuk-bentuk disiplin rohani yang lain, Examen bukanlah resep (atau mantra) hidup rohani yang berhasil. Examen tidak lain adalah sebuah disiplin rohani yang dikembangkan untuk bisa menjadi konteks konkrit di mana seseorang bisa melatih kepekaan rohani dalam hidup bergaul dengan Allah, semakin dekat dengan hati Allah dalam pikiran dan perbuatan sehari-hari.

 

Examen ini biasanya dilakukan selama 15 menit atau lebih, sebanyak 2 kali sehari atau lebih (biasanya siang dan malam hari). Dibawah ini adalah salah satu bentuk pengembangan Examen klasik yang memiliki tiga bagian utama (S-I-A-P).

 

Bagian Pertama : Sujud – 5 menit

Dalam bagian ini pendoa mengambil kesempatan untuk menenangkan diri, menjadi peka dan terbuka kepada Allah. Ingatlah bahwa kita selalu berada di hadapan Allah karena Allah itu Mahaada, Dia ada dimana-mana, namun melalui doa kita menempatkan diri di hadirat Allah.

 

Mengingat segala keterbatasan kita, mintalah Roh Kudus untuk menolong kita melihat kehidupan di hari itu dengan kasih, dengan jujur dan jelas melihat setiap tindakan dan perkataan kita hari itu, dan dengan peka melihat apa yang Allah ingin kita lihat.

 

Bagian Kedua : Introspeksi dan Apresiasi – 8 menit

Bagian ini adalah bagian yang terpanjang dalam Examen. Dalam bagian ini pendoa mengambil kesempatan untuk mengingat kembali setiap kejadian di hari itu dan memperhatikan beberapa hal: detil kejadian, konteks kejadian, bagimana kita bereaksi, apa yang kita lakukan, motif, dan perasaan-perasaan kita. Beberapa pertanyaan refleksi yang bisa kita gunakan di bagian ini :

Bilamana saya gagal melakukan yang terbaik?

Bilamana saya tidak merasakan kehadiran Tuhan? Bilamana saya peka akan kehadiran-Nya?

Adakah kita mengasihi dengan sungguh-sungguh di hari itu?

Kebiasaan atau pola hidup manakah yang membelenggu dan menjauhkan saya dari kehendak Tuhan?

Apakah orang-orang tertentu mempengaruhi saya menjadi negatif?

Bilamana Allah menolong saya untuk melihat hidup ini secara positif?

Apakah yang Allah ingin sampaikan kepada saya melalui peristiwa-peristiwa, interaksi dengan pribadi-pribadi tertentu, atau bahkan hal-hal kecil yang saya temui di hari itu?

 

Bagian Ketiga : Permohonan – 2 menit

Dalam bagian ini pendoa :

1.     mengambil waktu untuk bersyukur atas kehendak-kehendak Allah yang Ia singkapkan sepanjang hari itu dan

2.     meminta ampun dan membuat komitmen untuk memperbaiki diri dari kegagalan dan kejatuhan dalam dosa yang telah diperbuat, baik dalam perkataan maupun perbuatan. Pendoa juga berdoa memohon kepada Allah untuk tuntunan dan partolongan di sepanjang hari esok. Dalam bagian ini pendoa juga bisa menyampaikan permohonan-permohonan pribadi yang lain.

Leave a Reply